ADAKAH.ID, KUTAI KARTANEGARA — Kecamatan Sebulu, Kutai Kartanegara, kini tengah mengalami transformasi signifikan di sektor pertanian. Lahan-lahan yang dulunya dibiarkan terbengkalai perlahan beralih menjadi lahan produktif yang mampu mendongkrak perekonomian warga.
Perubahan ini tak lepas dari dukungan pemerintah yang menyasar langsung kebutuhan petani, mulai dari bibit, pupuk bersubsidi, hingga alat pertanian modern. Hal ini juga mendorong lahirnya cara pandang baru di kalangan petani yang lebih terbuka pada inovasi dan teknologi.
“Dulu banyak lahan tidur yang tak dimanfaatkan maksimal. Sekarang, dengan bantuan yang tepat sasaran, petani semakin semangat menggarap lahannya,” ujar Kasi Kesejahteraan Rakyat Kecamatan Sebulu, Nurul Yakin, Selasa (25/3/2025).
Selain bantuan fisik, pelatihan dan pembinaan rutin menjadi kunci keberhasilan. Penyuluh pertanian aktif mendampingi kelompok tani agar bisa menerapkan pola tanam terencana, ramah lingkungan, dan menghasilkan panen lebih optimal.
Nurul Yakin menyebut bahwa hasil panen padi dan sawit di Sebulu mengalami peningkatan signifikan. Hal ini turut membangkitkan semangat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian, yang selama ini dianggap kurang menjanjikan.
Rahmat (35), salah satu petani muda Sebulu, mengaku kini lebih serius menggeluti pertanian setelah mendapat bimbingan teknis dan akses alat modern. “Dulu saya hanya ikut-ikutan orang tua. Sekarang sudah paham cara mengukur kebutuhan pupuk, memilih waktu tanam yang tepat, sampai penggunaan alat mekanis,” katanya.
Menurut Rahmat, perubahan cara kerja ini membuat banyak pemuda desa tak lagi ragu untuk turun ke sawah. Dengan dukungan ilmu dan teknologi, bertani tak lagi dipandang sebagai pekerjaan tradisional, melainkan sebagai usaha produktif yang menguntungkan.
Tren positif ini juga mendorong pemerintah Kecamatan Sebulu untuk menjadikan wilayahnya sebagai salah satu lumbung pangan andalan di Kutai Kartanegara. Nurul Yakin optimistis, jika pola kerja kolaboratif antara petani, penyuluh, dan pemerintah terus berjalan, ketahanan pangan sekaligus kesejahteraan masyarakat akan semakin menguat.
“Jika kita bisa terus menjaga pola ini, ke depan Sebulu akan jadi contoh nyata desa yang mandiri dan sejahtera berkat pertanian,” tutupnya.
(adv/diskominfokukar/o)
