Lompat ke konten utama

Penghormatan Terakhir, Babinsa di PPU Bantu Seniornya Sampai ke Peristirahatan Abadi

ADAKAH.ID, SAMARINDA – Berdasarkan surat nomor 360/015/COVID-19/VII/2021 yang ditandangani Sekkab PPU Muliadi selaku Wakil Ketua III Satgas Covid-19 Pemkab PPU, pada (8/8) lalu, dituliskan bahwa seluruh pemakaman jenazah akibat Covid-19 diserahkan ke desa atau kelurahan masing-masing tempat jenazah sebelumnya berdiam.

Sebelumnya, sejak awal pandemi pasien Covid-19 di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) yang meninggal, harus dimakamkan di pemakaman terpadu di Kelurahan Nenang, Kecamatan Penajam. Pemakaman tersebut khusus untuk jenazah terkonfirmasi positif maupun kasus suspek Covid-19.

Babinsa Kelurahan Penajam Koramil 0913-01/Penajam, Serka Cahyo Budianto pun terjun langsung untuk menyiapkan dan menggali makam dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) pemakaman Covid-19, untuk warga Jalan Raden Sukma, RT 16 yang merupakan pensiunan TNI -AD, Angkatan 78 dan akan di makamkan di TPU Kayu Api, Sabtu (28/8/) lalu.

“Selain membantu pegawai gali kubur Ini juga merupakan salah satu bentuk penghormatan terakhir terhadap anggota TNI -AD yang sudah meninggal dunia,” ujar Serka Cahyo melalui rilis penerangan Kodim 0913/PPU.

Cahyo juga mengimbau kepada keluarga maupun warga yang hadir dalam pemakaman, untuk selalu mematuhi protokol kesehatan dengan selalu cuci tangan dengan sabun, hindari kerumunan, dan jaga jarak.

Hal ini untuk memutus mata rantai Covid-19. Dia juga menegaskan bahwa TNI-Polri akan mengawal setiap pemakaman Covid-19 agar terhindar dari penolakan warga.

“Kami Babinsa bersama Bhabinkamtibmas akan selalu mengamankan jika ada warga yang meninggal karena terinfeksi virus Covid-19, karena di masa pandemi ini masih banyak yang tidak setuju dan menolak terhadap pemakaman secara protokol kesehatan,” harap Serka Cahyo.

MASUKAN KATA KUNCI
Search

BERITA

MODE

ADA+