ADAKAH.ID, KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus mempercepat pemerataan pelayanan dasar kesehatan melalui dua program unggulan: Makanan Bergizi Gratis (MBG) bagi balita dan lansia, serta Etam Sejahtera (berobat gratis cukup dengan NIK).
Plt Kepala Dinkes Kukar Kusnandar menegaskan kedua program tersebut merupakan implementasi misi pertama Bupati Kukar terkait pemenuhan layanan kesehatan dan bagian dari 17 program dedikasi Bupati.
“Pertama, program makanan bergizi gratis untuk balita dan lansia, dan kedua, program Etam Sejahtera yang memudahkan masyarakat berobat cukup dengan KTP atau NIK,” ujar Kusnandar.
Kusnandar menjelaskan, Dinkes fokus pada dua peran penting dalam program MBG: pendampingan kader posyandu dan pengawasan keamanan serta kandungan gizi makanan.
Karena pelaksanaan banyak dilakukan di Posyandu, Dinkes memastikan kader kesehatan mendapat peningkatan kapasitas dan pendampingan intensif.
Program ini melibatkan lintas perangkat daerah seperti Dinas Sosial dan DPMD.
Pada program Etam Sejahtera, pemerintah mempermudah masyarakat untuk mendapatkan layanan berobat gratis melalui NIK Kukar. Namun warga diminta memastikan status BPJS tetap aktif.
“Yang harus dipahami masyarakat, berobat cukup dengan NIK itu artinya masyarakat yang memiliki NIK Kukar dapat didaftarkan sebagai peserta BPJS. Pemerintah menanggung iurannya bagi warga prasejahtera,” jelasnya.
Kusnandar meminta warga segera melapor ke puskesmas jika status kepesertaan BPJS mereka belum aktif.
Bupati Kukar Aulia menegaskan program Etam Sejahtera menjadi prioritas untuk meningkatkan akses layanan kesehatan masyarakat.
“Harapannya, pada tahun 2026 seluruh program ini sudah berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi warga Kukar,” ujarnya.
Dengan sinergi lintas perangkat daerah, Pemkab Kukar optimistis program ini mampu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan memperkuat perlindungan sosial bagi balita dan lansia. (Adv)
