ADAKAH.ID, SAMARINDA- Progres pengerjaan Ruang Terbuka Publik (RTP) Pasar Segiri mengalami kendala dalam pembangunannya, namun pihak pengembang menjamin proyek tersbebut sudah rampung di September akhir tahun ini.
Ruang Terbuka Publik (RTP) Pasar Segiri merupakan rangkaian proyek yang dikembangakan oleh pihak Pemrintah Kota (Pemkot) Samarinda guna membuat kawasan Pasar Segiri menjadi lebih baik dan ramah bagi para pengunjungnya. Sebelumnya, ada proyek pembuatan kantong parkir di belakang Pasar Segiri yang menelan anggaran sebesar Rp 5 miliar.
Pemkot Samarinda, yang diwakili oleh Pelaksana Tugas (Plt) Asisten II Kota Samarinda, Marnabas Patiroy berharap Pasar Segiri bersera wajah barunya. Seperti RTP nya dapat menjadi icon bagi Kota Samarinda yang sedang gencar menjadi pusat peradaban.
“Kita berharap tempat ini akan menjadi icon baru Kota Samarinda,” tuturnya saat dijumpai di sela-sela kesibukannya, pada Jumat 21 Juni 2024.
Namun, menurut Marnabas,Progres dari RTP sampai sejauh ini baru 16 persen. Seharusnyasekarang progresnya sudah 20 persen. Hal tersebut dikarenakan faktor dari cuaca di Kota Samarinda yang tak menentu. Marnabas minta terahadap para pekerja yang mengerjakan proyek ini selalu bersinergi dengan Pemkot Samarinda. Karena ruang publik ini salah satu kebangaan Kota Samarinda nantinya.
Ruang terbuka publik di kawasan Pasar Segiri ini, nantinya bakal diperuntukan bagi masyarakat sendiri, untuk tempat mereka bersantai atau rekreasi dengan keluarganya, serta menjadi wajah baru dari kawasan Pasar Segiri yang lebih baik.
Demi terwujudnya hal tersebut, nantinya Pemkot Samarinda juga akan membentuk tim pengelola secara khsusus untuk mengelola RTP ini, agar selalu terawat kedepannya.
“Karena dikhawtirkan kedepannya tempat ini akan jorok,” ucap Marnabas.
Mengingat di kawasan Pasar induk itu dan ada sungai-sungai kecil disekitarnya serta mobiliasi mayarakat yang sangat ramai.
Selain RTP di kawasan Pasar Segiri, Pemkot Samarinda juga akan berkomitmen untuk membangun RTP-RTP baru di seluruh kawasan Kota Samarinda.
Terpisah, Direktur eksekutif center of climate and urban residence, Retno Hastianti selaku pengembang berkomitmen untuk mengejar proyek ini, agar tepat waktu.
Selain kendala cuaca yang tak menentu, Retno juga mengalami kendala lainnya, yaitu pondasi yang berada dibawah RTP ini ada pondasi dari Pasar Segiri lama.
“AKhirnya, para pekerja proyek harus membutuhkan waktu yang lebih lama,serta tenaga pekerja yang lebih banyak untuk membersihkan pondasi lama tersebut,” ungkapnya
Retno berharap agar proyek ini rampung sesuai dengan target yang berada di September akhir tahun ini. (Kal El)
