ADAKAH.ID, SAMARINDA – Penyebaran informasi hoaks di Kalimantan Timur (Kaltim) masih cukup masif, kendati demikian masyarakat Benua Etam mulai mampu menangkal informasi palsu berkat tingkat literasi digital yang semakin baik.
Menurut Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltim, Muhammad Faisal, tingkat literasi digital di wilayah ini sudah cukup baik, meskipun informasi hoaks masih tetap beredar. Bahkan dalam dua tahun terakhir, masyarakat Kaltim selalu berada pada peringkat tiga nasional dalam hal literasi digital.
“Indeks masyarakat digital Kaltim juga menempati peringkat empat nasional,” ungkap Faisal.
Dengan data ini sebagai acuan, Faisal berpendapat bahwa penyebaran hoaks seharusnya dapat semakin berkurang karena masyarakat Kaltim semakin paham dalam menyikapi informasi yang beredar.
Faisal juga mengungkapkan bahwa tingkat kemampuan tersebut yang semakin tinggi tercermin dari banyaknya laporan yang masuk ke pihak kepolisian terkait masalah pidana di ranah digital.
“Hampir setiap dua atau tiga bulan sekali, staf kami di Diskominfo Kaltim selalu dipanggil sebagai saksi ahli dalam kasus pencemaran nama baik dan hoaks di media sosial dan platform digital lainnya,” jelas Faisal.
Faisal menambahkan bahwa semakin tingginya literasi digital masyarakat membuat para penyebar informasi hoaks semakin berhati-hati. Oleh karena itu, dia menyarankan agar masyarakat yang merasa dirugikan akibat informasi palsu segera melaporkan ke pihak berwajib.
“Langkah ini akan memberikan dampak positif bagi masyarakat dan memberikan efek jera kepada pelaku penyebar hoaks,” tegasnya. (HI)
