• Berita
  • Madu Kelulut Desa Teluk Dalam, Kades Supian Harap Jadi Pusat Ekonomi

Madu Kelulut Desa Teluk Dalam, Kades Supian Harap Jadi Pusat Ekonomi

Warung pemasaran Madu Kelulut, hasil produksi warga Desa Teluk Dalam. (Foto/HI)
Caption: Warung pemasaran Madu Kelulut, hasil produksi warga Desa Teluk Dalam. (Foto/HI)(Adakah.id)

ADAKAH.ID, KUTAI KARTANEGARA – Di tengah hiruk-pikuk perkembangan industri modern, sebuah desa kecil di Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara, bernama Teluk Dalam, berhasil menciptakan inovasi yang menyita perhatian.

Desa Teluk Dalam, yang sebelumnya hanya dikenal sebagai komunitas nelayan yang tenang, kini bertransformasi menjadi pusat produksi madu kelulut yang berkualitas tinggi.

Supian, Kepala Desa Teluk Dalam, dirinya tak lelah menggali potensi alam desanya. Ia dan warganya berhasil memanfaatkan lebah kelulut, spesies lebah tanpa sengat yang mungil, untuk menghasilkan madu dengan khasiat luar biasa.

“Madu kelulut Teluk Dalam tidak hanya menawarkan manfaat kesehatan seperti anti-inflamasi dan pencegahan kanker, tetapi juga telah menjadi simbol dari kebangkitan ekonomi desa.” kata Supian, kepada awak media.

Dengan bantuan teknis dari Dinas Kehutanan Kaltim, desa ini kini memiliki 200 kotak sarang kelulut yang menjadi sumber pendapatan baru bagi warganya. Produksi madu yang mencapai 100 hingga 200 botol per bulan menjadi bukti nyata dari kemajuan yang telah dicapai.

Pemasaran madu kelulut masih terbatas pada outlet lokal, namun permintaan yang terus meningkat menunjukkan bahwa produk ini memiliki potensi besar untuk menembus pasar yang lebih luas.

“Madu ini kami pasarkan di outlet pinggir jalan, dan permintaannya sangat tinggi. Kami yakin ini baru permulaan,” ungkap Supian.

“Mereka bermimpi untuk mengembangkan desa menjadi model bagi desa-desa lain dalam pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan,” tandasnya.

(ADV/HI)

.

MASUKAN KATA KUNCI