ADAKAH.ID, SAMARINDA – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur, Ananda Emira Moeis menyampaikan duka mendalam atas musibah banjir yang melanda Kota Samarinda beberapa waktu lalu.
Dalam pernyataannya, Ananda mengungkapkan keprihatinan terhadap korban jiwa dan kerusakan yang ditimbulkan, seraya menyerukan perlunya rencana komprehensif (blueprint) untuk mengatasi persoalan banjir secara berkelanjutan.
“Saya turut berduka yang mendalam atas musibah ini, terutama kepada keluarga korban. Ini menjadi pengingat bahwa kita harus lebih serius memprioritaskan pembangunan infrastruktur pengendalian banjir ke depan,” ujar Ananda, Senin (17/5/2025).
Ananda mengapresiasi respons cepat Wali Kota Samarinda dalam penanganan pascabencana. Namun, ia menekankan persoalan banjir tidak boleh hanya ditangani secara reaktif.
Menurutnya, diperlukan blueprint atau cetak biru yang jelas untuk mengidentifikasi titik-titik prioritas, seperti normalisasi drainase, sungai, serta peningkatan koordinasi antar lembaga.
“Pembangunan pengendalian banjir tidak bisa parsial. Kita perlu membuka blueprint untuk menentukan mana yang harus didahulukan, apakah perbaikan drainase, normalisasi sungai, atau langkah strategis lain. Ini harus disusun secara menyeluruh,” tegasnya.
Politisi fraksi PDI P tersebut juga menyoroti pentingnya kolaborasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan pemerintah provinsi.
Ia mengungkapkan komitmen DPRD Kaltim untuk memperjuangkan normalisasi drainase dan sungai sebagai agenda utama pembangunan infrastruktur.
“Kerja sama dengan BPBD dan pemangku kepentingan lain mutlak diperlukan. Banjir adalah masalah kompleks yang butuh solusi terintegrasi, mulai dari hulu ke hilir,” tambah Ananda.
Banjir di Samarinda beberapa waktu lalu dilaporkan menyebabkan sejumlah permukiman terendam, aktivitas warga terganggu, serta korban jiwa.
Ananda berharap kejadian ini menjadi momentum evaluasi bersama untuk memperkuat sistem pencegahan bencana, sehingga risiko serupa dapat diminimalisir di masa mendatang.
Pemerintah Kota Samarinda hingga kini terus melakukan pemulihan di wilayah terdampak, termasuk distribusi bantuan dan perbaikan infrastruktur darurat. Namun, Ananda menegaskan bahwa langkah jangka panjang harus segera dirumuskan agar tragedi serupa tidak terulang.
“Kita tidak ingin hanya sibuk saat banjir datang, lalu lupa setelahnya. Ini saatnya kita membangun sistem yang berkelanjutan,” pungkasnya. (adv/dprdkaltim/do)
