Kecamatan Loa Janan dan DPRD Kukar Bahas Risiko Longsor Batuah

Kecamatan Loa Janan dan DPRD Kukar Bahas Risiko Longsor Batuah Lewat RDP. (ist)
Caption: Kecamatan Loa Janan dan DPRD Kukar Bahas Risiko Longsor Batuah Lewat RDP. (ist)(Adakah.id)

ADAKAH.ID, KUTAI KARTANEGARA — Permasalahan longsor di kilometer 19 Desa Batuah, Kecamatan Loa Janan, memicu kekhawatiran berulang di musim hujan. Pemerintah kecamatan tak ingin menunggu bencana berikutnya. Bersama Komisi II DPRD Kutai Kartanegara, mereka menyiapkan Rapat Dengar Pendapat (RDP) untuk menggali penyebab serta merumuskan langkah penanganan yang lebih sistematis.

Camat Loa Janan, Hery Rusnadi, mengatakan forum ini akan melibatkan lebih banyak pihak, termasuk masyarakat terdampak dan perwakilan perusahaan tambang yang beroperasi di sekitar lokasi. Menurutnya, musibah longsor tak bisa dipisahkan dari aktivitas manusia, meski cuaca ekstrem juga berkontribusi.

“RDP ini bukan untuk mencari kambing hitam, melainkan solusi kolektif. Jangan sampai kita hanya bereaksi setiap kali longsor terjadi,” kata Hery, Jumat (23/5/2025).

Ia menyoroti pentingnya pemetaan risiko dan pembangunan sistem peringatan dini. Selama ini, penanganan longsor hanya bersifat responsif, belum menyentuh pencegahan struktural seperti pembangunan tanggul atau penguatan lereng.

Hery juga menilai perlu ada evaluasi regulasi terkait jarak aman aktivitas tambang dari badan jalan dan permukiman. Ia menegaskan, keselamatan warga tidak boleh dikompromikan oleh kepentingan ekonomi jangka pendek.

“Kalau hanya menambal jalan yang longsor tanpa perbaikan sistemik, itu seperti memungut air pakai keranjang,” ujarnya.

RDP dijadwalkan dalam waktu dekat sebagai titik tolak penyusunan rekomendasi kebijakan. Hery berharap hasilnya bisa menjadi dasar langkah nyata, termasuk kemungkinan revisi tata ruang wilayah.

“Yang kami perjuangkan bukan sekadar jalan, tapi rasa aman warga,” pungkasnya.

(adv/diskominfokukar/o)

MASUKAN KATA KUNCI
Search

BERITA

MODE

ADA+