ADAKAH.ID, SAMARINDA – Terjadi kecelakaan yang membuat satu unit kapal tugboat di terbakar dan tenggelam di perairan anak sungai Semoi, kelurahan Mentawir, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur (Kaltim), pada Sabtu (23/7/2022) kemarin.
Diketahui, sekira pukul 16.30 Wita, kapal penarik tongkang batu bara tersebut melakukan pengelasan pada buritan. Kapal tersebut tiba-tiba meledak, mengagetkan 12 Anak Buah Kapal (ABK).
Diduga ledakan tersebut berasal dari bagian lambung tengah kapal. Yang membuat kapal terbakar hebat dan akhirnya tenggelam.
Atas peristiwa tersebut, 7 ABK selamat, 4 orang mengalami luka bakar dan menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Pertamina. Sementara satu orang dinyatakan hilang.
Dari keterangan Dispolairud Polda Kaltim Kombes Donny Adityawarman, saat kapal mengalami ledakan. Donny menduga 12 ABK tersebut tengah berada di dalam kamar sehingga ikut tenggelam.
“Kami sedang melakukan evakuasi kapada yang bersangkutan (korban). Namun, evakuasi ini masih menunggu kapten kapal untuk mennunjukkan spesifikasi jelas mengenai situasi tug boat,” terangnya.
Sebagai informasi, kapal tersebut yakni tugboat Blue Dragon 12. Diketahui tengah menarik tongkang kosong dari pelabuhan Kamal, Madura, Jawa Timur. Saat itu, kapal tengah berlabuh di Pelabuhan Semoi, Kelurahan Mentawir, untuk mengantre bongkar muat batu bara, sejak Rabu (20/7/2022) lalu.
Setelah bongkar muat, rencananya kapal ini akan melanjutkan perjalanan ke Muara Berau. Namun nahas, sebelum sempat bongkar muat, inisiden kecelakaan pun terjadi.
Upaya Pencarian Satu ABK yang Hilang
Terpisah, Tim SAR Gabungan masih berupaya mencari korban yang dinyatakan hilang sejak semalam, dengan membagi tim menjadi 2 menyusuri perarian sungai Semoi, pada Minggu (24/7/2022).
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Balikpapan, Melkianus Kotta melalui Kasi Operasional Kantor Pencarian dan Pertolongan Balikpapan, Basri menjelaskan Tim satu akan melakukan penyelaman di sekita lokasi kejadian.
Sementara, tim 2 akan melakukan penyisiran sejauh 3 kilometer arah Barat Laut di permukaan air di sekitar lokasi kejadian.
Namun demikian, lanjut Basri, proses penyelaman masih tersebut masih ditunda lantaran Tim Basarnas masih menunggu pihak agen kapal untuk memastikan posisi tenggelamnya kapal dan spek kapal.
Di saat yang sama, tim penyelam tengah melaksanakan observasi di sekitar lokasi kejadian untuk memastikan keamanan.
“Kami menerima informasi telah terjadi kecelakaan kepada kapal tugboat yang mengalami kebakaran dari Kasat Polairud Penajam, Sabtu (23/7/2022) sekira pukul 19.50 Wita,” kata Basri.
Informasi tambahan, adapun data korban selamat tanpa luka-luka sebanyak 7 orang, yakni Laehe Tatampil (30) sebagai Nahkoda TB Blue Dragon 12, Asep Roni Buhroni (48) sebagai Chief Engginner, Risdinal Mitusala (50) sebagai 2nd Chief Engginner, Zulkifli (48) sebagai 3nd Chief Engginner, Fanny Nur Fadillah (20) sebagai Juru Mudi, Wirawan Setyo Pambudi (26) sebagai Juru Masak, Iqvan Ringan F sebaagi Operasional Kantor (perwakilan owner)
Korban selamat dengan kondisi luka bakar sebanyak 4 orang, yakni Garry Armando Kaketing (35) sebagai Chief Officer, Ibnu Kholiq Annawawi (23) sebagai 2nd Chief Officer, Riza Fahmi (30) sebagai oiler, Jawwaruddin (50) sebagai Juru Mudi
Sementara Masih dalam pencarian yakni Eroll Samallo (60) sebagai Mekanik Operasional Kantor. (*)
