• ADA+
  • Kisah
  • Jajaki U-16 Rans Nusantara FC, Gibran Mengejar Mimpi

Jajaki U-16 Rans Nusantara FC, Gibran Mengejar Mimpi

Muhammad Gibran Istiqlal (15), berhasil menjajaki posisi penjaga gawang U-16 Rans Nusantara FC.
Caption: Muhammad Gibran Istiqlal (15), berhasil menjajaki posisi penjaga gawang U-16 Rans Nusantara FC.(Adakah.id)

ADAKAH.ID, SAMARINDA – Muhammad Gibran Istiqlal nama lengkapnya. Sejak kecil, Gibran sudah jatuh hati dengan si kulit bundar.

Gibran tak sekadar menggemari Sepak Bola, untuk memuaskan hasrat bermainnya. Namun ia punya mimpi besar, sebesar nama belakangnya.

Ketika duduk di bangku Sekolah Dasar (SD), Gibran ingin mengharumkan nama bangsa, berjuang untuk Tim Nasional (Timnas) Indonesia.

Gibran telah memulainya, menapaki mimpi, bergabung di skuat U-16 Rans Nusantara FC.

***

Seperti gayung bersambut, mimpi Gibran mendapat dukungan penuh dari sang ayah, Is Wahyudi dan ibundanya Bibit Susilowati.

Menginjak usia 8 tahun, Is dan Bibit memfasilitasi anak keduanya itu untuk mengasah kemampuan di Sekolah Sepak Bola (SSB) Friend Samarinda.

Semenjak itulah Gibran mulai menempa dirinya. Penjaga gawang atau kiper, posisi yang Gibran pilih.

Jika pada umumnya mimpi anak berganti seiring usia bertumbuh. Nyatanya mimpi Gibran semakin menggebu. Hingga duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP).

***

Pada usia 12 tahun, Gibran bergabung untuk skuat ASIFA, Malang, Jawa Timur (Dok, Asifaindonesia)
Pada usia 12 tahun, Gibran bergabung untuk skuat ASIFA, Malang, Jawa Timur (Dok, Asifaindonesia)

 

Baru satu semester di bangku kelas 7, Gibran terbang ke kota Singo Edan–julukan Kota Malang. Is dan Bibit mengirim Gibran ke Aji Santoso International Football Academy (ASIFA), Malang, Jawa Timur.

“Di sana (ASIFA) juga ada sekolah bola. Jadi dia bisa fokus. Sekolahnya jalan, sepak bolanya juga jalan,” kata sang ayah kepada Adakah.id.

Nampaknya pilihan orang tua tak selalu berkebalikan, sekolah Gibran berjalan, sepak terjangnya di lapangan hijau menoreh berbagai prestasi. Gibran berjuang di beragam kompetisi.

“Sempat jadi runner-up di Piala Soeratin zona Malang tahun 2021,” kata Iis sapaan ayah Gibran. Iis mengakui kemampuan anaknya menjaga gawang semakin meningkat.

Gibran selanjutnya kembali mengikuti kompetisi Badan Liga Sepak Bola Pelajar Indonesia (BLiSPI) di Kabupaten Gresik. Meski tak meraih juara, pada kompetisi itu Gibran bersama teman-temannya mampu membawa nama Kaltim hingga ke putaran 16 besar.

***

Kiprah kiper muda itu terus bersinar. Setalah lulus dari ASIFA, Gibran bertolak ke Kota Tepian–julukan Samarinda. Ia melanjutkan pendidikan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Medika Samarinda.

Memang, terlihat kontras dengan mimpi Gibran, namun ia membuktikan jiwanya telah menyatu dengan medan pertempuran si kulit bundar.

Di Samarinda, Gibran bergabung dengan Akademi RMK Utama, di Jalan HM Rifaddin, Sambutan, Kecamatan Sambutan, Kota Samarinda, Kalimantan Timur

“Terus ikut kompetisi lagi. Bersama RMK Utama, dia (Gibran) Juara 1 Liga Top Skor se-Kaltim,” kata Iis.

Bersama skuat RMK Utama Samarinda, Gibran menoreh prestasi juara Liga 1 Top Skor Se-Kaltim (Dok. Rmk.utamaofficial)
Bersama skuat RMK Utama Samarinda, Gibran menoreh prestasi juara Liga 1 Top Skor Se-Kaltim (Dok. Rmk.utamaofficial)

***

Mimpi Gibran menjadi pejuang Timnas Indonesia semakin dekat. Satu demi satu rintangan Gibran lalui.

Bulan pertama tahun 2023, Gibran kembali terbang ke Malang untuk ikut seleksi Tim Elite Pro Academy (EPA) U-16 Rans Nusantara FC Zona Jawa Timur.

Berkat kerja keras latihan selama ini, Gibran melewati dengan mudah seleksi pertama. “Setelah lolos dari Jatim, saya pulang dulu (ke Samarinda). Baru lanjut seleksi kedua, berangkat lagi (ke Lampung), itu bulan Agustus kemarin (2023),” kata Gibran kepada Adakah.id, baru-bari ini.

Di kota Tapis Berseri–julukan Kota Bandar Lampung, Gibran sekali lagi menunjukkan bahwa ia layak menjadi penjaga gawang untuk skuat Rans Nusantara U-16. Serangkaian latihan Gibran jalani dengan telaten. “Kemarin itu persiapannya, ya banyak latihan aja. Sama istirahat teratur,” kata dia.

Usaha memang tak selamanya jauh dari hasil, Gibran, putra Kota Tepian, dinyatakan lolos bersama 30 peserta lainnya dari berbagai penjuru Indonesia.

“Iya begitu tau (lolos seleksi), seneng. Kaget juga, enggak nyangka bisa lolos,” ungkap bocah 15 tahun kegirangan.

Seleksi untuk mengisi posisi skuat besutan Raffi Ahmad telah usai. Gibran dan peserta lolos lainnya akan menjalani proses pengukuhan di Yogyakarta pada pertengahan September 2023 mendatang.

Mimpi Muhammad Gibran Istiqlal menjadi Timnas Indonesia, membela skuat tanah air, di depan mata.
Mimpi Muhammad Gibran Istiqlal menjadi Timnas Indonesia, membela skuat tanah air, di depan mata.

***

Untuk mewujudkan mimpinya, Gibran juga mendapatkannya dari sekolah.

Terpisah, Kepala SMK Medika Samarinda, Mus Muliadi menegaskan dukungannya untuk Gibran. Ia mengatakan kurikulum Merdeka Belajar sudah seharusnya memberi dukungan penuh pada potensi pengembangan karakter anak.

Mus menyebut, kurikulum Merdeka Belajar mengakomodir sisi akademik anak 30 persen. 70 persen sisanya untuk penguatan karakternya.

“Jadi kalau prosesnya di luar, ya penilaiannya juga di luar. Ketika udah ahli bola, logikanya, pembelajaran matematika, kimia dan fisikannya itu ada di kakinya, bukan di kepala,” kata dia.

Sebagai Kepala Sekolah Gibran, Mus mengaku turut senang dan bangga atas keberhasilan Gibran berhasil menjadi bagian tim U-16 RANS Nusantara FC.

Mus berpesan, bagi siswa-siswanya, bila memiliki potensi diri agaknya untuk secara serius mengasah. Seperti halnya Gibran, “Sepanjang ada berpotensi di bidang bola seperti Gibran, yang harus diingat adalah bagaimana bola-mu bisa bagus, bisa berprestasi, dan bisa menghasilkan kemandirian,” cetusnya.

.

MASUKAN KATA KUNCI