ADAKAH.ID, SAMARINDA – Acara bersih desa di Kelurahan Rawa Makmur berlangsung selama lima hari berturut – turut.
Kegiatan dimulai pada tanggal 22 sampai dengan 27 Juli 2023 diikuti dengan antusias, khususnya Wayang Kulit di Balai Kelurahan Rawa Makmur, warga Kecamatan Palaran dengan antusias sampai meluber ke jalan poros.
Acara itu digagas dengan partisipasi warga dan didukung pemerintah dan swasta, bertajuk acara Berdih Desa Rawa Makmur ke 69 dan HUT ke 54 Kelurahan Rawa Makmur, Kecamatan Palaran, Kota Samarinda, Kaltim.
Salah satu kegiatan yang mendapat pehatian besar warga adalah seni pertunjukan Wayang Kulit, bahkan warga tidak hanya datang dari kota Samarinda saja, melainkan dari Kukar, Bontang dan Balikpapan.

Kegiatan tersebut menjadi acara puncak bersih desa, yang masih terkait dengan perayaan tahun baru Islam atau bulan Suro-an.
Penampilan Ki Dalang Budi Asmoro dengan lakon Pandawa Syukur.
Kisah Pandawa Syukur menceritakan tentang keberhasilan para pandawa membuka hutan Wanamarta dan berhasil mendirikan Negara Amarta atau Indraprastha.
Sebagai tanda syukur kepada Tuhan mereka menyelenggarakan sesaji Raja Suya. Yaitu suatu selamatan yang harus dihadiri 100 raja.
Sementara itu, di tempat lain yakni Kerajaan Giribaja, dengan Prabu Jarasanda juga berencana mengadakan Sesaji Kalalodra. Sesaji ini kebalikan dari Sesaji Raja Suya yakni mensyaratkan 100 raja untuk dikorbankan sebagai tumbal.
Negara Giribaja telah berhasil mengumpulkan 97 raja yang sudah dipenjarakan, sehingga kurang tiga raja.
Untuk melengkapinya, Supala dan balatentara Kerajaan Giribaja diutus Jasaranda untuk menaklukkan Puntadewa raja Amarta, Kresna raja Dwarawati, dan Baladewa raja Madura. Mereka ialah tiga raja yang belum berhasil ditaklukkan.
Para Pandawa memutuskan untuk membebaskan raja-raja yang menjadi tawanan Prabu Jarasanda. Mereka menyamar sebagai brahmana dan berhasil menyusup ke Negara Giribraja dan terjadilah pertempuran dengan Prabu Jasaranda. Akan tetapi, para pandawa kesulitan mengalahkannya sehingga mereka mundur dan mendatangi Kresna.
Kresna memberi tahu bahwa Prabu Jarasanda akan dapat ditaklukkan apabila disigar atau dibelah kembali. Setelah mendapatkan jawaban dari Kresna mereka melanjutkan pertempuran. Werkudoro atau Bima berhasil menaklukkan Prabu Jarasanda
Di akhir cerita, raja-raja yang ditawan dapat dibebaskan dan dengan sukarela ke-97 raja bersama dengan tiga raja bergabung untuk mendukung terlaksananya Sesaji Raja Suya.

Salah satu warga Kelurahan Rawa Makmur, Ibu Yaminah (60) tidak melewatkan hiburan yang dihelat panitia pelaksana.
“Selain cerita yang bagus saya suka nonton penampilan tokoh Petruk yang lucu dan sinden yang nembang lagu jawa,” kata Ibu Yaminah disela kegiatan pertunjukan hari Rabu (26/7/2023) malam.
Ibu dua anak itu berharap, setiap tahun acara bisa selalu diselenggarakan.
“Semoga Rawa Makmur Damai dan Tentram warganya. Tahun depan acara ini bisa dilaksanakan kembali,” harapnya.
Sementara itu, Komisi III DPRD Kaltim, Saefuddin Zuhri memberikan ucapan selamat atas HUT Kelurahan Rawa Makmur, Palaran.
“Selamat dan sukses kepada Kelurahan Rawa Makmur. Semoga semakin berkembang dan maju,” ucap Saefuddin Zuhri.
Ia pun memberikan apresiasi yang tinggi kepada warga dan pihak – pihak yang turut mensukseskan acara Bersih Desa, terutama pagelaran Wayang Kulit Jawa lantaran ikut melestarikan seni pertunjukan masa lalu.
“Pertunjukan Wayang Kulit ini menunjukkan warga Rawa Makmur mendukung hidupnya kebudayaan dan Tradisi Nusantara. Dengan menjaga seni dan budaya, kita mengetahui jati diri bangsa, terlebih turut serta mendukung Samarinda sebagai pusat Kota Peradaban,” terangnya.
Acara turut dihadiri tokoh masyarakat, yakni Bambang Susilo, Wali Kota Samarinda Andi Harun yang diwakili Suharso, Lurah Rawa Makmur M Yulian Mustofa, Camat Palaran Jamal Yanto dan Komisi III DPRD Samarinda, Jasno.
Acara pertunjukan Wayang Kulit berlangsung hingga pukul 04.00 WITA dengan aman dan lancar, dengan dijaga Anggota satuan Polisi Polsek setempat dan Koramil Palaran. (Joy)
