Guru SMPN di Kaltim Mogok Kerja, Tuntut TPP

Caption: Pengajar SMPN 1 Barong Tongkok, Kutai Barat Mogok Kerja sema 3 hari dimulai pada (17/9). IST.(Adakah.id)

ADAKAH.ID, SAMARINDA – Ratusan guru di Kutai Barat, Kalimantan Timur, mogok kerja serentak pada Rabu (17/9/2025). Seluruh aktivitas belajar dihentikan sebagai bentuk protes atas ketidakadilan Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP).

Koordinator aksi, Theo Trinita menyebut mogok ini merupakan puncak kekecewaan. Menurutnya, TPP guru jauh lebih rendah dibandingkan Aparatur Sipil Negara (ASN) struktural meski memiliki golongan yang sama.

“Kami menuntut penyetaraan. Tidak minta lebih, disamakan saja kami sudah bersyukur. Tapi kenyataannya TPP ASN struktural lebih tinggi,” tegas Theo.

Ia mengungkapkan, TPP guru yang sebelumnya Rp3,5 juta kini hanya Rp2,5 juta setelah dipotong Rp 1 juta. Jurang perbedaan dengan pegawai struktural pun makin lebar.

Selain meminta kesetaraan, para guru juga menolak rencana pemotongan TPP di masa mendatang.

Theo menambahkan, mogok kerja diputuskan setelah berbagai upaya mediasi gagal. Mulai dari rapat dengar pendapat dengan DPRD, pertemuan dengan bupati, hingga forum problem solving di Auditorium Aji Tulur Jejangkat (ATJ), semua berakhir tanpa jawaban memuaskan.

“Karena itu kami sepakat mogok kerja sampai tuntutan ini disahkan. Jumlah guru yang kemungkinan terlibat sekitar 5.000 orang,” pungkasnya.

MASUKAN KATA KUNCI
Search

BERITA

MODE

ADA+