ADAKAH.ID, KUTAI KARTANEGARA — Kondisi Gedung Juang Sangasanga yang memprihatinkan memicu kekhawatiran Camat Sangasanga, Dachri. Bangunan bersejarah yang merekam jejak perjuangan rakyat Kalimantan Timur itu kini dalam keadaan rusak, berdebu, dan minim perawatan.
“Gedung Juang tidak lagi layak sebagai destinasi sejarah. Banyak bagian rusak dan tidak dirawat, ini membuat pengunjung enggan datang,” ujar Dachri, Rabu (21/5/2025).
Pemerintah Kecamatan Sangasanga telah mengajukan proposal revitalisasi kepada Pemkab Kutai Kartanegara. Namun, belum ada kepastian kapan anggaran perbaikan akan dialokasikan. Menurut Dachri, situasi ini membuat potensi wisata sejarah Sangasanga tidak tergarap maksimal.
“Kami sudah sampaikan usulan agar gedung ini segera direnovasi, tapi sampai sekarang belum ada kabar soal anggaran. Sementara kondisinya terus memburuk,” katanya.
Padahal, Gedung Juang memiliki nilai simbolis dan edukatif tinggi. Jika dikelola serius, bisa menjadi pusat edukasi sejarah sekaligus ikon wisata lokal. Dachri menilai penting untuk menambahkan fasilitas pendukung seperti pusat informasi digital, jalur wisata terpadu, serta area interaktif yang menarik bagi pelajar dan wisatawan.
“Kami ingin Sangasanga tidak hanya dikenal dari catatan sejarah, tapi juga dikunjungi orang untuk belajar sejarah itu,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa pariwisata sejarah memerlukan komitmen anggaran dan pengelolaan profesional. Tanpa dukungan konkret dari pemerintah daerah, gedung-gedung bersejarah hanya akan menjadi bangunan tua yang terlupakan.
“Kalau tidak segera ditangani, kita kehilangan aset penting yang seharusnya bisa jadi kebanggaan daerah,” pungkas Dachri.
(adv/diskominfokukar/o)
