DPRD Samarinda Minta Sosialisasi SPMB Diperkuat hingga Tingkat RT

Caption: Wakil ketua komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti(Adakah.id)

ADAKAH.ID, SAMARINDA – Harapan orang tua untuk mendapatkan sekolah terbaik bagi anak masih menjadi harap yang terus muncul setiap musim penerimaan siswa baru di Samarinda.

Di balik persoalan kuota dan aturan penerimaan, DPRD Samarinda menilai tantangan yang lebih besar justru terletak pada belum meratanya akses pendidikan serta kuatnya persepsi masyarakat terhadap sekolah negeri favorit.

“Secara aturan sebenarnya sudah cukup jelas, termasuk soal daya tampung sekolah. Tetapi yang menjadi pertanyaan sekarang adalah apakah masyarakat benar-benar memahami mekanisme tersebut, sehingga tidak muncul kesalahpahaman saat proses penerimaan berlangsung,” ungkap wakil ketua komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti. Selasa (26/5/2026).

Puji sapaan karibnya menyebutkan keluhan mengenai sulitnya masuk sekolah negeri masih sering ditemui dalam agenda reses DPRD.

Menurutnya, banyak orang tua tetap berusaha memasukkan anak ke sekolah tertentu meski terbentur sistem zonasi maupun keterbatasan kuota.

“Masih ada warga yang mempertanyakan kenapa anak yang rumahnya dekat sekolah tidak diterima, sementara siswa dari wilayah lain justru bisa masuk. Hal seperti ini sering memunculkan persepsi ketidakadilan di masyarakat,” ucap Puji.

Politisi dari partai Demokrat itu mendorong adanya penguatan peran sekolah swasta, termasuk melalui gagasan subsidi biaya pendidikan bagi siswa dari keluarga rentan yang tidak tertampung di sekolah negeri.

“Kalau masyarakat memahami mekanismenya dengan baik dan akses pendidikan diperkuat, persoalan penerimaan siswa baru bisa lebih diminimalkan tanpa menimbulkan keresahan,” tutup Puji. (ADV)

MASUKAN KATA KUNCI
Search

BERITA

MODE

ADA+