DPRD Kaltim M Husni Fahrudin Desak Pertamina Segera Tanggungjawab

Caption: Rapat Dengar Pendapat DPRD Kaltim Agenda Monitoring dan Klarifikasi Masalah BBM di Kaltim Bersama Pertamina di DPRD Kaltim (9/4/2025).(Adakah.id)

ADAKAH.ID, SAMARINDA – Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) mengadakan Rapat Dengar Pendapat terkait keluhan masyarakat terkait Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax dan Pertalite beberapa waktu lalu.

Untuk saat ini, keluhan masyarakat banyak dialami dari warga Samarinda, Balikpapan dan Kutai Kartanegara setelah mengisi BBM.

Monitoring dan klarifikasi itu melibatkan berbagai pihak, termasuk Pertamina, Patra Niaga, SPBU, perwakilan ojek online, serta korban dari masalah BBM.

Audensi itu bertujuan untuk membahas dampak dari penggunaan bahan bakar yang diduga tidak sesuai standar yang telah menyebabkan kerusakan pada kendaraan masyarakat.

Anggota Komisi II DPRD Kaltim, Muhammad Husni Fahruddin, yang akrab disapa Ayub menegaskan masalah ini bukanlah sebuah anomali, melainkan kelalaian dari pihak Pertamina.

Ia menyebutkan, terdapat 657 kendaraan yang mengalami kerusakan akibat penggunaan BBM yang tidak sesuai.

“Bapak coba sebagai seorang Pertamina, Patra Niaga, tolong cek donk! Ke bengkel-bengkel, berapa sih yang antri sehari-hari yang mengalami kerusakan yang sama,” jelas Ayu, saat dikonfirmasi pada Selasa (6/5/2025)..

Ia juga menyoroti berbagai masalah yang dialami kendaraan, seperti tenaga yang tidak optimal, warna bahan bakar yang berbeda-beda, serta adanya sedimentasi yang dapat merusak filter kendaraan.

Ayub menegaskan, tidak adil jika masyarakat disalahkan atas kerusakan kendaraan mereka, terutama jika kendaraan tersebut sudah tua.

Ia meminta Pertamina untuk memberikan data yang akurat mengenai jumlah kendaraan yang terdampak.

“Sebagian besar menyatakan itu dan buktinya ada sama saya, di media sosial itu penuh pak. Dengan laporan bukti dan dokumentasi,” tambahnya.

Ia juga mengkritik kurangnya respon dari Pertamina dalam mengumpulkan bukti-bukti kerusakan yang dialami masyarakat.

Sebagai langkah konkret, Ayub merekomendasikan agar Pertamina mengganti setiap kerusakan yang disebabkan BBM yang tidak sesuai.

Ia juga meminta agar masyarakat dapat melaporkan kerusakan tersebut dengan mudah, tanpa harus melalui prosedur yang rumit.

“Pertamina segera umumkan teknis masyarakat untuk bisa kerusakannya diganti Pertamina. Dibikin mudah jangan dibikin sulit,” tegasnya.

Sementara itu, Manager Retail Sales Region Kalimantan Pertamina Patra Niaga, Addieb Arselan menyatakan Pertamina peduli terhadap konsumen di Kaltim yang telah loyal selama puluhan tahun.

Ia mengungkapkan, Pertamina akan membuka layanan pemeriksaan di bengkel-bengkel resmi untuk menangani masalah ini.

“Maka insyallah kami akan membuka layanan pemeriksaan di bengkel-bengkel resmi sesuai dengan merknya,” jelas Addieb.

Ketika ditanya mengenai apakah perbaikan akan dilakukan secara gratis, Addieb menjelaskan setiap kendaraan harus diperiksa terlebih dahulu sebelum dilakukan perbaikan.

“Sebenarnya dalam rapat RDP yang baru dilaksanakan dengan DPRD, kami memang menyampaikan apa adanya. Kalau semua sampel yang kami cek, semua on,” ungkapnya. (adv/dprdkaltim/do)

MASUKAN KATA KUNCI
Search

BERITA

MODE

ADA+