ADAKAH.ID, SAMARINDA – Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Fadly Imawan, menegaskan bahwa kewajiban negara menyediakan pendidikan gratis 12 tahun sebagaimana diamanatkan konstitusi perlu dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Namun, ia mengingatkan tantangan serius terkait pendanaan dan dampaknya terhadap keberlangsungan sekolah swasta.
“Sekolah gratis dari SD sampai SMA memang cita-cita yang harus didukung, tetapi kita juga harus realistis melihat kemampuan pemerintah dalam menyediakan dana secara merata di seluruh wilayah Indonesia,” ujar Fadly, Jumat (1/8/2025).
Fadly menilai, jika beban biaya diturunkan ke pemerintah daerah, maka anggaran provinsi maupun kabupaten/kota bisa tertekan. Meski begitu, ia mengapresiasi langkah Gubernur Kaltim yang sudah menerapkan pembebasan biaya pendidikan hingga ke perguruan tinggi.
“Program di Kaltim sudah sangat progresif, namun saya meragukan apakah pemerintah pusat dapat mengelola hal serupa secara nasional dengan efektif,” jelasnya.
Lebih lanjut, Fadly menyuarakan kekhawatiran terhadap lembaga pendidikan swasta. Menurutnya, sekolah swasta memiliki peran penting sebagai mitra negara dalam menyediakan variasi dan kualitas pendidikan.
“Pendidikan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga sektor jasa dengan standar dan pasar tersendiri. Jika semuanya dibiayai negara, kontribusi swasta bisa menurun,” paparnya.
Ia juga menyoroti risiko penurunan mutu pendidikan apabila sistem gratis dijalankan tanpa perencanaan matang. Menurutnya, sekolah swasta selama ini memberikan nilai tambah yang sulit ditemukan di sekolah negeri.
“Banyak orang tua memilih sekolah swasta atau bahkan luar negeri demi kualitas. Jika pendidikan digratiskan tanpa menjaga kualitas, risiko turunnya mutu nasional cukup besar,” tegas Fadly.
Di akhir pernyataan, ia menekankan pentingnya keseimbangan kebijakan. Negara, kata Fadly, tetap wajib menjamin pendidikan dasar hingga menengah, namun ruang bagi swasta juga perlu dijaga agar ekosistem pendidikan tetap sehat dan kompetitif.
(adv/dprdkaltim/o)
