ADAKAH.ID, SAMARINDA — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) berencana membangun satu unit SMA baru serta memperluas fasilitas SMK Negeri 5 Balikpapan. Langkah ini ditujukan untuk memperluas akses pendidikan menengah, mengingat keterbatasan kapasitas sekolah negeri selama ini menjadi kendala bagi warga kota.
Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, Baba, menyambut baik rencana tersebut. Menurutnya, kekurangan daya tampung menjadi persoalan klasik yang muncul setiap proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).
“Pemerintah provinsi bergerak ke arah yang benar. Dengan bertambahnya SMA dan pengembangan SMK, kita membuka lebih banyak peluang bagi anak-anak untuk mengakses pendidikan berkualitas,” ujar Baba, Sabtu (19/7/2025).
Politikus PDI Perjuangan itu menyoroti potensi SMK Negeri 5 Balikpapan dengan luas lahan mencapai 16 hektare, memungkinkan pengembangan ruang belajar maupun pendirian satuan pendidikan baru di lokasi yang sama. Namun, ia mengingatkan soal keterbatasan jumlah rombongan belajar (rombel) akibat aturan Kemendikbudristek yang membatasi maksimal 36 siswa per kelas.
“Pembatasan ini bertujuan menjaga mutu pembelajaran, tapi jika ruang belajar tidak ditambah, siswa akan kesulitan mencari sekolah negeri,” tegasnya.
Data dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kaltim mencatat hanya sekitar 51 persen lulusan SMP Balikpapan yang bisa tertampung di SMA dan SMK negeri. Sisanya terpaksa melanjutkan pendidikan di sekolah swasta, yang tidak selalu terjangkau bagi keluarga kurang mampu.
Baba menegaskan DPRD Kaltim akan terus mendorong percepatan pembangunan sarana pendidikan agar ke depan tidak ada ketimpangan. “Kami ingin memastikan setiap anak di Balikpapan memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan yang layak, tanpa terkecuali,” tutupnya.
(adv/dprdkaltim/o)
