Dinkes Kaltim Berupaya Mewujudkan 3 dari 6 Tranformasi Kesehatan

Caption: Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalimantan Timur (Kaltim), Jaya Mualimin. (Istimewa)(Adakah.id)

ADAKAH.ID, SAMARINDA – Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) yang ke-59, Kaltim menggelar upacara pada Selasa (14/11/2023) dengan mengambil tema “Transformasi Kesehatan untuk Indonesia Maju”. Untuk mewujudkan transformasi itu, ada 6 pilar utama yang harus dipenuhi.

Yaitu, transformasi layanan primer, layanan rujukan, sistem ketahanan kesehatan, sistem pembiayaan kesehatan, SDM Kesehatan dan teknologi kesehatan.

3 pilar utama yang dibahas ialah layanan primer, layanan rujukan dan sistem ketahanan kesehatan. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltim, Jaya Mualimin, membeberkan usaha-usaha apa yang dilakukannya untuk mewujudkan 3 pilar tersebut.

Menurut Jaya, tranformasi pelayanan primer ini diperuntukkan untuk peningkatan pelayanan di seluruh fasilitas kesehatan. Seperti puskesmas atau posyandu.

“Kewajiban kita adalah menyediakan fasilitas dasar, kemudian mengelola sumber daya fasilitas dasar ini. Termasuk pelatihan, kemudian juga meningkatkan kompetensi pada sumber daya. Termasuk juga meningkatkan mutu pelayanan dari fasilitas kesehatan dasar itu,” tutur Jaya.

Untuk pilar kedua, transformasi layanan rujukan bertujuan untuk memudahkan dan mendekatkan masyarakat dalam pelayanan dalam rujukan. Seperti rujukan untuk 10 penyakit prioritas diantaranya stroke, kanker, kardiovaskuler, penyakit infeksi emerging, kesehatan ibu dan anak, kesehatan jiwa, uronefrologi, respirasi dan TBC, diabetes mellitus dan gastrohepatologi.

Seperti yang dilakukan pada beberapa bulan lalu. Dimana, telah diresmikannya Pelayanan Bedah Jantung Terbuka di RSUD Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan. Artinya, rumah sakit di Kaltim telah menjadi rumah sakit rujukan nasional.

“Kita sudah berkolaborasi, bekerja sama dengan 5 rumah sakit pusat untuk melakukan agar di Kaltim bisa menjadi rujukan di tingkat provinsi. Nggak perlu jauh-jauh ke Jakarta kalau ingin melakukan upaya dalam pelayanan kesehatan,” tambah Jaya.

Saat ini, Kaltim memiliki 2 RSUD dengan rujukan regional maupun nasional, 1 RSJD Atma Husada Mahakam yang masuk ke dalam Kelas A, pun rumah sakit kelas C dan D yang tersebar di seluruh Kaltim.

Terkait pilar ketiga sendiri, yakni transformasi sistem ketahanan kesehatan.Jaya menyatakan, Dinkes Kaltim mempersiapkan seluruh lini kesehatan untuk melaksanakan upaya mitigasi dan kesiapsiagaan menghadapi pandemi atau wabah.

“Mempersiapkan alat dan bahan kesehatan, termasuk obat-obatan, jadi pemerintah pusat tidak bergantung dengan impor dari luar negeri. Juga meningkatkan kesiapan sumber daya manusia kesehatan dan penunjang bisa diarahkan untuk melakukan semacam persiapan mitigasi jika terjadi wabah atau bencana,” pungkasnya. (ADV)

MASUKAN KATA KUNCI
Search

BERITA

MODE

ADA+