ADAKAH.ID, KUTAI KARTANEGARA — Longsor yang terjadi di kilometer 19 Desa Batuah, Kecamatan Loa Janan, menyisakan pertanyaan besar mengenai penyebab utamanya. Camat Loa Janan, Hery Rusnadi, meminta agar publik tidak langsung menyalahkan aktivitas pertambangan tanpa kajian ilmiah yang mendalam.
“Tidak bijak jika langsung menunjuk tambang sebagai penyebab. Harus ada penelitian yang objektif dan menyeluruh agar kita tidak keliru mengambil kesimpulan,” ujar Hery saat ditemui di kantor kecamatan, Jumat (2/5/2025).
Ia menjelaskan, Loa Janan memiliki kondisi geografis yang rawan, terutama di daerah perbukitan dengan struktur tanah labil. Curah hujan tinggi juga menjadi pemicu utama pergerakan tanah. Meski demikian, Hery tak menampik bahwa aktivitas manusia bisa berperan dalam memperburuk situasi, tetapi tetap harus dibuktikan secara teknis.
DPRD Kutai Kartanegara melalui Komisi II kini tengah menyiapkan Rapat Dengar Pendapat (RDP) untuk membahas kejadian tersebut secara terbuka. RDP rencananya akan menghadirkan perwakilan perusahaan tambang, pemerintah daerah, dan masyarakat.
“RDP ini penting sebagai ruang klarifikasi. Kami ingin semua pihak punya kesempatan menyampaikan pandangannya agar solusi yang diambil benar-benar komprehensif,” ujarnya.
Hery menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, perusahaan, dan warga dalam upaya mitigasi jangka panjang. “Jangan saling menyalahkan. Yang paling penting adalah mencegah agar kejadian seperti ini tidak terulang,” pungkasnya.
(adv/diskominfokukar/o)
