3 Strategi Pemkot Samarinda Kendalikan Inflasi

Caption: Kepala Dinsos Samarinda, Isfihani (Adakah.id)

ADAKAH.ID, SAMARINDA – September 2022 Inflasi Kota Samarinda sebesar 0,83 persen.

Untuk mengendalikan inflasi pasca kenaikan BBM beberapa bulan lalu, Pemkot Samarinda mendapat dana segar dari pusat.

Melalui Dinas Sosial Pemkot Samarinda, Rabu tanggal 21 Desember 2022 bantuan disalurkan di Aula GOR Segiri.

Disampaikan Kepala Dinsos Samarinda, Isfihani mengatakan kegiatan tersebut diperuntukan kepada seluruh warga tidak mampu yang tersebar di 10 kecamatan se Samarinda.

“Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari dimulai dengan hari ini (Rabu),” kata Isfihani saat dijumpai awak media.

Penyaluran bantuan sebelumnya sudah dilakukan dua pekan lalu. Untuk saat ini, penerima manfaat bantuan ada sekitar 10 ribu orang.

Bantuan bukan hanya untuk tahun ini saja, namun juga direncanakan untuk tahun 2023 mendatang.

“Total semua bantuan Rp 35,7 miliar dan dibagi ke beberapa OPD, jadi bukan dari kami semua. Dinsos menyalurkan 14 miliar, dinas perikanan, dishub juga,” imbuhnya.

Bantuan berbeda sesuai kategori data yang dihimpun beberapa OPD terkait.

“Bantuan ini dalam bentuk Bahan pokok penting atau sembako. Kami bekerja sama dengan Bank BPD Kaltimtara dengan menyediakan kartu yang berisi saldo Rp 450 ribu sampai Rp 300 ribu,” ungkapnya.

e-warung atau kube yang tersebar di 10 kecamatan itu diisi empat pihak salah satunya bulog. Sembako itu sudah sesuai harga pasaran.

43 ribu orang se kecamatan penerima manfaat data dari kementrian PMK. Miskin ektrim di Samarinda yang mendapat bantuan 932 ribu orang.

Selain dalam bentuk sembako, strategi kedua adalah meningkatkan kemampuan keterampilan masyarakat seperti pelatihan barista kepada anak muda. Program ini selesai 2024.

“Strategi selanjutnya adalah bedah rumah orang miskin,” terangnya. (Joy)

MASUKAN KATA KUNCI
Search

BERITA

MODE

ADA+