ADAKAH.ID, SAMARINDA – Kota Balikpapan dikenal sebagai pintu gerbang Kalimantan Timur sekaligus pusat industri minyak nasional. Namun, besarnya kontribusi itu tidak selalu berbanding lurus dengan dukungan fiskal yang diterima daerah. Kondisi ini disorot oleh anggota DPRD Kalimantan Timur, Sabaruddin Panrecalle, yang menilai Balikpapan layak memperoleh perhatian ekstra dari pemerintah provinsi.
Menurutnya, pertumbuhan ekonomi Balikpapan dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan tren positif. Banyaknya kunjungan masyarakat dari luar daerah juga memperlihatkan daya tarik kota ini. “Sayangnya, APBD Balikpapan masih sangat terbatas untuk mengimbangi kebutuhan pembangunan. Maka, peran Pemprov Kaltim mutlak diperlukan,” ujarnya, Jumat (9/5/2025).
Sabaruddin menilai ketergantungan Balikpapan pada APBD kota dan bantuan keuangan provinsi adalah indikasi belum terbangunnya keseimbangan fiskal. Padahal, sebagai kota strategis yang menopang aktivitas ekonomi Kalimantan Timur, Balikpapan seharusnya mendapatkan dukungan lebih besar.
Ia juga menekankan perlunya memperkuat koordinasi antara DPRD Kaltim dan DPRD Balikpapan, khususnya Komisi II dan Komisi III, agar sinergi pembangunan tidak hanya sebatas formalitas. “Komunikasi intensif akan memastikan setiap program benar-benar sesuai kebutuhan warga,” kata Sabaruddin.
Selain aspek koordinasi, ia menyoroti pentingnya data yang valid dalam pengajuan anggaran. Perencanaan berbasis data diyakini akan memudahkan pemerintah provinsi dalam mengalokasikan bantuan sesuai kebutuhan mendesak di lapangan.
“Balikpapan ini bukan kota biasa, tapi kota strategis. Jika dukungan fiskal diperkuat, maka pembangunan dapat berjalan lebih merata dan efisien,” tegasnya.
(adv/dprdkaltim/o)
