ADAKAH.ID, TENGGARONG — Rektor Universitas Hasanudin, Jamaluddin Jompa menilai Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) memiliki potensi besar untuk pengembangan sumber daya manusia melalui kolaborasi perguruan tinggi.
Menurutnya, daerah yang kaya sumber daya alam dengan kepemimpinan yang reformis membutuhkan dukungan penguatan pendidikan tinggi.
“Ini juga panggilan bagi Unhas, apalagi ada alumni kami yang berkiprah di Kukar. Sudah saatnya Unhas berkolaborasi dengan kampus-kampus di Kukar karena bupatinya memiliki cita-cita yang tinggi untuk pengembangan daerah,” ujarnya (4/3/2026)
Rektor Universitas Hasanuddin itu menyebut pihaknya siap menjajaki kerja sama di berbagai bidang, terutama pengembangan SDM melalui pendidikan jenjang S1 hingga S2. Termasuk pula dukungan dalam penyediaan tenaga kesehatan, seperti dokter spesialis yang masih sangat dibutuhkan di daerah.
Ia juga menyoroti pentingnya peningkatan fasilitas rumah sakit di Kukar, khususnya dalam penguatan teknologi layanan kesehatan. Menurutnya, fasilitas yang ada saat ini sudah cukup baik, namun tetap perlu ditingkatkan agar mampu memberikan layanan kesehatan yang lebih maju.
“Rumah sakit di Kukar sudah bagus, tapi harus terus didorong peningkatan teknologinya. Kita harus bisa lebih baik, bahkan melampaui negara seperti Singapura. Mereka tidak punya sumber daya alam seperti kita, tapi mampu maju. Kenapa kita tidak bisa,” tegasnya.
Sementara itu Rektor Universitas Kutai Kartanegara, Ince Raden, menyampaikan Unhas merupakan perguruan tinggi negeri berbadan hukum (PTNBH) atau Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum, yang memiliki kewenangan membuka kelas di berbagai daerah sesuai potensi mahasiswa dan kebutuhan wilayah.
Ia berharap kerja sama antara Unhas dan Unikarta dapat segera terwujud, khususnya untuk membuka program studi yang mendukung program pembangunan daerah di Kukar.
“Kami berharap Unhas bisa bekerja sama dengan Unikarta, terutama dalam pengembangan program studi yang menunjang kebutuhan daerah. Ada beberapa program yang sudah dicanangkan pemerintah daerah, tetapi prodinya belum tersedia,” jelasnya.
Selain memperkuat kebutuhan SDM pemerintah daerah, kolaborasi tersebut juga diharapkan dapat memperkuat sinergi antarperguruan tinggi lokal.
Lebih lanjut, Ince Raden menyebut saat ini pihaknya tengah merintis pembukaan program studi kedokteran di Kukar. Namun, proses tersebut membutuhkan persiapan matang, mulai dari ketersediaan gedung, sarana prasarana, laboratorium, hingga sumber daya dosen yang memadai.
“Program studi kedokteran ini memang sedang kami rintis. Untuk membukanya harus ada fasilitas lengkap, laboratorium, serta sumber daya manusia yang cukup. Karena itu perencanaannya harus benar-benar matang,” ujarnya.
Menurutnya, rencana tersebut sudah didiskusikan bersama pemerintah daerah dan sejumlah pihak, termasuk perusahaan yang diharapkan dapat mendukung pengembangan fasilitas pendidikan kesehatan di Kukar.
Ia optimistis jika seluruh persyaratan dapat dipenuhi secara bertahap, dalam empat hingga lima tahun ke depan Kukar sudah dapat memiliki program studi kedokteran, bahkan membuka peluang pengembangan pendidikan dokter spesialis di masa mendatang.
Sementara itu, Bupati Kukar Aulia Rahman Basri menyambut positif rencana kolaborasi tersebut. Ia menilai kerja sama dengan Unhas dapat menjadi langkah strategis untuk mempercepat peningkatan kualitas SDM di daerah.
“Dengan Unhas kita akan menjajaki mana yang bisa dioptimalisasi untuk meningkatkan kualitas SDM. Kita punya Unikarta yang bisa menjadi home base dalam proses kerja sama ini,” ujarnya.
Menurut Aulia, status Unhas sebagai PTNBH membuka peluang bagi perguruan tinggi tersebut untuk membuka kelas di luar kampus utama, sehingga dapat menjadi tantangan sekaligus kesempatan bagi Kukar untuk menghadirkan pendidikan berkualitas di daerah.
Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah dan kalangan akademisi dapat berjalan seiring dalam memperkuat kebijakan pembangunan daerah.
“Penguatan SDM itu tidak bisa ditawar. Pemerintah harus menjadi trigger agar produktivitas masyarakat meningkat melalui pendidikan,” tegasnya.
Aulia juga menyinggung potensi penguatan layanan kesehatan melalui kerja sama dengan Unhas, termasuk pengembangan rumah sakit di wilayah Kota Bangun yang telah memiliki fasilitas dan layanan spesialis yang cukup lengkap.
Menurutnya, kolaborasi tersebut tidak hanya berdampak pada peningkatan layanan kesehatan, tetapi juga dapat memperkuat hilirisasi sumber daya daerah melalui transfer ilmu pengetahuan dan teknologi.
Hilirisasi juga bisa semakin kuat dengan adanya transfer ilmu pengetahuan dan teknologi dari kerja sama perguruan tinggi ini. (*)
