Samsun Soroti Lubang Tambang Kaltim: Ancaman Nyata bagi Warga

Samsun Soroti Lubang Tambang Kaltim: Ancaman Nyata bagi Warga.(ist)
Caption: Samsun Soroti Lubang Tambang Kaltim: Ancaman Nyata bagi Warga.(ist)(Adakah.id)

ADAKAH.ID, SAMARINDA – Lubang-lubang bekas tambang batu bara di Kalimantan Timur kembali menjadi sorotan. Anggota DPRD Kaltim, Muhammad Samsun, menyebut kondisi tersebut sudah mengkhawatirkan karena mengancam keselamatan warga.

Menurutnya, persoalan ini muncul akibat lemahnya pengawasan dan rendahnya tanggung jawab perusahaan dalam melakukan reklamasi. “Banyak perusahaan tambang hanya memikirkan keuntungan. Setelah meraup miliaran rupiah, mereka tidak memberikan kontribusi yang sepadan untuk pemulihan lingkungan,” kata Samsun, Kamis (24/7/2025).

Ia mencontohkan, ada perusahaan yang meraih keuntungan hingga Rp50 miliar, tetapi hanya menyetor Rp25 miliar untuk dana reklamasi. Bahkan, dalam beberapa kasus, jumlahnya hanya Rp200 juta—sangat jauh dari cukup untuk menutup biaya rehabilitasi lingkungan pascatambang.

Data Jaringan Advokasi Tambang (JATAM) mencatat lebih dari 1.735 lubang bekas tambang tersebar di Kaltim. Sebagian besar dibiarkan terbuka tanpa reklamasi, memperparah kerusakan lingkungan sekaligus menimbulkan korban jiwa. Puluhan anak dilaporkan tenggelam saat bermain di lubang tambang tersebut.

Politisi PDI-Perjuangan ini menekankan pentingnya revisi kebijakan dana jaminan reklamasi agar sesuai dengan skala kerusakan. Ia juga mengkritisi wacana menjadikan lubang tambang sebagai objek wisata. “Mengubah lubang tambang jadi tempat wisata mungkin terdengar menarik, tapi bukan itu intinya. Yang paling penting adalah memastikan perusahaan memenuhi kewajiban reklamasi sesuai ketentuan,” tegasnya.

Samsun mendesak pemerintah pusat dan daerah bersikap tegas terhadap perusahaan yang lalai. Ia menilai sanksi keras mutlak diperlukan agar masalah lubang tambang tidak terus menjadi ancaman laten di Bumi Etam.

MASUKAN KATA KUNCI
Search

BERITA

MODE

ADA+