ADAKAH.ID, SAMARINDA — Pembangunan infrastruktur di daerah perbatasan Kalimantan Timur kembali menjadi sorotan. Anggota Komisi III DPRD Kaltim, Sugiyono, menegaskan pentingnya menjadikan pembangunan jalan poros yang menghubungkan Kutai Barat dan Mahakam Ulu sebagai prioritas dalam APBD Kaltim 2026.
“Kami akan terus berupaya mempercepat pembangunan jalan ini. Infrastruktur dasar seperti ini sangat dibutuhkan masyarakat Mahakam Ulu agar kehidupan mereka lebih mudah dan berkembang,” ujar Sugiyono, Rabu (30/7/2025).
Politisi ini menekankan bahwa pembangunan jalan poros bukan sekadar fisik, seperti betonisasi atau pengaspalan, tetapi juga bagian dari upaya menciptakan keadilan dalam pembangunan. Selama ini Mahakam Ulu hanya bisa diakses melalui jalur sungai dan udara, yang memicu biaya tinggi serta membatasi distribusi barang dan layanan penting seperti kesehatan dan pendidikan.
“Pembangunan selama ini lebih fokus di pesisir dan kota besar, sementara Mahakam Ulu seperti terlupakan. Tanpa konektivitas darat, kesenjangan antarwilayah akan semakin melebar,” tambahnya.
Sugiyono menegaskan bahwa Komisi III DPRD Kaltim akan mengawal proses pembangunan, memastikan anggaran memadai, dan menjalin koordinasi dengan Pemprov Kaltim serta Balai Jalan Nasional. Keberadaan jalan ini akan menjadi tulang punggung mobilitas masyarakat sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi, pendidikan, dan layanan kesehatan.
Selain berdampak lokal, pembangunan jalan poros Kutai Barat–Mahakam Ulu juga memiliki nilai strategis dalam integrasi wilayah menjelang pengembangan Ibu Kota Nusantara (IKN). Dengan konektivitas yang baik, wilayah yang selama ini terisolasi dapat berpartisipasi dalam pertumbuhan ekonomi Kaltim di masa depan.
“Kami tidak ingin ada daerah tertinggal di era IKN. Jalan ini akan menjadi kunci utama untuk pemerataan pembangunan dan keterhubungan antarwilayah,” tutup Sugiyono.
(adv/dprdkaltim/o)
