Jalan Desa Penghasil Migas di Kukar Belum Jadi Prioritas Perbaikan

Jalan Desa Penghasil Migas di Kukar Belum Jadi Prioritas Perbaikan.. (ist)
Caption: Jalan Desa Penghasil Migas di Kukar Belum Jadi Prioritas Perbaikan.. (ist)(Adakah.id)

ADAKAH.ID, SAMARINDA – Desa Salo Cella di Kecamatan Muara Badak, Kutai Kartanegara (Kukar), dikenal sebagai salah satu kawasan penghasil minyak dan gas (migas). Namun hingga kini, infrastruktur jalan menuju desa tersebut masih jauh dari memadai. Kondisi ini menimbulkan ironi, sebab potensi sumber daya alam yang besar tidak diimbangi dengan akses jalan yang layak bagi masyarakat.

Anggota DPRD Kalimantan Timur, Baharuddin Demmu, menilai perbaikan jalan desa seharusnya menjadi prioritas pemerintah kabupaten. Ia menyebut, jalan poros menuju Salo Cella masih berupa tanah, berdebu saat kemarau, dan berubah menjadi kubangan lumpur ketika musim hujan. Situasi itu telah lama menyulitkan mobilitas warga.

Bahar mengungkapkan, Pemprov Kaltim sejatinya sudah menggelontorkan bantuan keuangan hingga Rp25 miliar melalui tiga kali anggaran sejak 2021. Namun karena status jalan tersebut merupakan kewenangan kabupaten, peran Pemkab Kukar tetap krusial. “Sebagai anggota Dewan, kami sudah berupaya maksimal di provinsi. Tapi ini jalan kabupaten. Semestinya Kukar ikut menganggarkan,” jelasnya, beberapa waktu lalu.

Ia menambahkan, panjang jalan yang perlu diperbaiki hanya sekitar delapan kilometer, sebagian di antaranya berada di kawasan operasional Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS). Dengan kondisi itu, menurutnya, perbaikan seharusnya lebih mudah diwujudkan.

“Kami di provinsi terus memperjuangkan pembangunan jalan Salo Cella, tapi Pemkab Kukar juga mesti peduli. Desa penghasil migas seperti ini seharusnya mendapat perhatian lebih,” ujar Baharuddin Demmu.

(adv/dprdkaltim/o)

MASUKAN KATA KUNCI
Search

BERITA

MODE

ADA+