Penyesuaian Anggaran, Pembangunan Sebulu Modern Dilakukan Bertahap

Penyesuaian Anggaran, Pembangunan Sebulu Modern Dilakukan Bertahap. (ist)
Caption: Penyesuaian Anggaran, Pembangunan Sebulu Modern Dilakukan Bertahap. (ist)(Adakah.id)

ADAKAH.ID, KUTAI KARTANEGARA — Pemerintah Desa Sebulu Modern menerapkan strategi bertahap dalam pembangunan infrastruktur karena terbatasnya Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD). Kondisi ini memaksa pemerintah desa menyusun skala prioritas agar pembangunan tetap berjalan.

Kepala Desa Sebulu Modern, Joemadin, mengatakan bahwa dana yang tersedia tidak sepenuhnya dapat difokuskan pada pembangunan fisik. “Dana desa tidak bisa digunakan sepenuhnya untuk infrastruktur karena harus dialokasikan ke sektor lain, seperti ketahanan pangan, bantuan sosial, serta operasional pemerintahan desa,” ujarnya, Kamis (8/5/2025).

Ia menjelaskan bahwa ADD pun memiliki pembagian anggaran yang ketat. Sekitar 70 persen dialokasikan untuk honor perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), ketua RT, dan tenaga pendidik agama. Sementara 30 persen sisanya baru bisa digunakan untuk pembangunan fisik.

Dengan keterbatasan tersebut, pembangunan jalan, jembatan, dan fasilitas umum lainnya dilakukan secara bertahap dan disesuaikan dengan kebutuhan mendesak. Pemerintah desa pun aktif mencari sumber pendanaan tambahan di luar DD dan ADD.

“Kami menggandeng anggota legislatif dan mengajukan proposal bantuan ke pemerintah daerah maupun pihak swasta,” kata Joemadin.

Ia berharap ada perhatian lebih dari pemerintah kabupaten agar proses pembangunan desa tidak tersendat akibat kekurangan anggaran. Menurutnya, percepatan pembangunan sangat bergantung pada dukungan lintas sektor.

“Meskipun dananya terbatas, kami tetap berkomitmen untuk memperbaiki jalan desa, membangun fasilitas umum, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program yang ada,” tegasnya.

(adv/diskominfokukar/o)

MASUKAN KATA KUNCI
Search

BERITA

MODE

ADA+