ADAKAH.ID, KUTAI KARTANEGARA — Tekanan fiskal akibat pemangkasan anggaran dari pemerintah pusat membuat Kecamatan Tenggarong Seberang harus melakukan penyesuaian program. Sejumlah kegiatan operasional terpaksa dikurangi demi menjaga agar layanan dasar masyarakat tetap berjalan.
Camat Tenggarong Seberang, Tego Yuwono, menyebut alokasi anggaran tahun ini berkurang hingga 15 persen. Imbasnya, kegiatan rutin seperti koordinasi lintas wilayah, pengadaan ATK, dan perjalanan dinas dikurangi drastis. “Banyak kegiatan administratif harus disesuaikan. Tapi pelayanan ke masyarakat tetap jalan,” katanya, Rabu (21/5/2025).
Ia menjelaskan bahwa revisi perencanaan dilakukan dengan mengutamakan program bersifat mendesak, terutama pembangunan ringan dan layanan kependudukan. Dalam situasi seperti ini, menurutnya, kemampuan memilah prioritas menjadi krusial.
“Kita tidak bisa mengandalkan mekanisme normal. Harus inovatif dan selektif, apalagi kebutuhan masyarakat tetap tinggi,” ujarnya.
Untuk menambal kekurangan, pihak kecamatan mendorong percepatan sinergi dengan pemerintah kabupaten dan perangkat desa. Opsi pemanfaatan forum reses DPRD juga diambil guna mengusulkan kegiatan yang belum terakomodasi di APBD murni.
Tego menambahkan bahwa penghematan anggaran bukan alasan untuk menghentikan upaya pembangunan. Ia bahkan meminta perangkat desa memperkuat peran masyarakat dalam mendukung program bersama.
“Banyak yang bisa dilakukan tanpa biaya besar. Misalnya gotong royong atau inovasi pelayanan digital yang lebih efisien,” ucapnya.
Meski terbatas, ia menegaskan komitmen untuk terus menjaga keberlanjutan pelayanan publik. “Kami berupaya memastikan tidak ada warga yang terhambat hanya karena defisit anggaran,” tutupnya.
(adv/diskominfokukar/o)
