ADAKAH.ID, SAMARINDA – Warga Kelurahan Harapan Baru Kota Samarinda kembali menggelar unjuk rasa di jalan masuk PT CKB pada pukul 09.00 WITA, Selasa (13/5/2025).
Aksi ini merupakan lanjutan protes terhadap aktivitas PT Tiara Marga Trakindo (TMT) yang diduga memperparah banjir di wilayah mereka.
Dua tuntutan utama warga masih sama dengan demonstrasi sebelumnya pada Selasa (13/5), yaitu :
Penghentian kegiatan PT. TMT di Sungai Loa Lai.
Pengembalian urukan tanah dan pemasangan dinding penahan tanah di Sungai Loa Lai RT.14 untuk mencegah banjir di masa depan.
Thomas, perwakilan manajemen PT. Tiara Marga Trakindo menyatakan perusahaan telah berkoordinasi dengan pihak berwenang sebelum melakukan pekerjaan di Sungai Loa Lai.
“Sebelum kegiatan penanaman turap, kami sudah berkoordinasi dan mematuhi regulasi. Tidak mungkin kami bekerja tanpa izin,” tegas Thomas.
Ia menjelaskan, pada 2023 PT TMT mendapatkan izin dari Dinas PUPR, untuk menormalisasi Sungai Loa Lai.
“Kami menawarkan untuk menanggung pemasangan turap di sisi yang terdampak aktivitas kami, dan itu disetujui,”ujarnya.
Thomas juga menyebut, sosialisasi telah dilakukan pada 2024 dengan melibatkan perwakilan RT terdampak.
“Bahkan DLH sedang mengkaji kegiatan kami, dan kemarin kami sudah dapat rekomendasi dari pusat untuk menghentikan sementara pekerjaan,” tambahnya.

Anggota DPRD Samarinda, Joha Fajal yang hadir dalam demonstrasi, mendesak agar kepentingan masyarakat diutamakan.
“Jangan hanya bicara aturan. Jika ada dampak buruk bagi warga, aktivitas harus dihentikan. Sungai ini harus dikembalikan seperti semula, bahkan lebih baik jika diperlebar,” tegas Joha.
Kelurahan Harapan Baru akan memfasilitasi pertemuan lanjutan pada Kamis (15/5) dengan mengundang dinas terkait untuk mencari solusi terbaik.
Warga berharap tuntutan mereka dipenuhi agar banjir tidak terus melanda permukiman mereka. Sementara itu, PT. TMT menyatakan kesediaannya untuk berdiskusi lebih lanjut agar permasalahan ini dapat terselesaikan.(Do)
