ADAKAH.ID, SAMARINDA – Aroma tak sedap menyeruak dari kamar kost mahasiswi perguruan tinggi di Samarinda.
Rupanya, setelah pemilik kost membuka pintu kamar, sebuah janin yang diduga hasil aborsi ditemukan di salah satu kamar indekost di bilangan Jalan Wolter Mongonsidi, Gang 2, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Samarinda Ulu hari Rabu (22/9/2021).
Dugaan sementara, janin tersebut merupakan hasil dari praktek aborsi penghuni kamar kost 202 berinisial NA, tanpa didampingi tenaga medis yang mumpuni.
Walhasil, pendarahan terjadi setelah NA melakukan pemulihan dan pengobatan di salah satu Rumah Sakit. Tentunya, diagnosa dokter berdasarkan keluhan NA sebagai pasien tak bisa ia sembunyikan.
Dikonfirmasi awak media, pemilik kost bernama Arya (32) mengatakan dirinya tidak mengetahui bahwa ada penemuan janin tak bernyawa tersebut.
“Iya saya tidak tahu bahwa di indekost milik saya ada penemuan janin, saya dapat informasi malah dari luar,” ujar Arya saat ditemui awak media. Rabu (22/9/2021).
Arya menjelaskan, NA merupakan seorang mahasiswi aktif yang baru 2 bulan menyewa kamar indekost miliknya.
“Dia itu baru 2 bulan ngekost disini. Dari pengakuannya si mahasiswi (NA) berasal dari Bontang dan masih berkuliah tapi sudah tahap penelitian,” ucapnya.
Beberapa hari terlihat, NA tampak murung dan menyendiri.
“Saya jarang berkomunikasi dengan NA, namun saya sering melihat dia sering bolak-balik nongkrong di balkon indekost seperti depresi. Saya terakhir melihat Na itu 3 hari yang lalu,” sambungnya.
Sementara itu, Kasubnit Inafis Polresta Samarinda, Aipda Harry Cahyadi menuturkan untuk usia janin tersebut masih belum diketahui usianya.
“Untuk saat ini kita belum tau, janin ini berjenis kelamin apa,” ungkap Aipda Harry Cahyadi.
Polisi mengamankan barang – barang yang dianggap sebagai obat penggugur calon bayi yang tak diingkan kehadirannya itu.
“Barang bukti yang kita amankan berupa sebuah ember yang didalamnya terdapat janin, beberapa kaleng minuman soda, serta obat-obatan,” sambungnya.
Untuk pemeriksaan lebih lanjut, janin tersebut dibawa ke Rumah Sakit Abdul Wahab Sjahranie untuk dilakukan visum. (*)
