ADAKAH.ID, SAMARINDA – Strengthening Social Inclusion for Disability Equity and Rights (SOLIDER) merupakan program kemitraan Australia – Indonesia yang bertujuan untuk menciptakan inklusi sosial dan pemenuhan hak penyandang disabilitas, saat ini Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) menjadi salah satu kota di Indonesia yang menjadi wilayah pelaksanaannya.
Terkait dengan itu Konsulat Jenderal (Konjen) Australia di Makassar, Todd Dias melakukan kunjungan yang digelar di Aula Kecamatan Samarinda Ulu, Jalan Ir. H. Juanda, Kelurahan Air Putih, untuk bertemu dengan masyarakat atau penyandang disabilitas sehingga dapat mendengarkan keresahan warga terhadap pemerintah.
“Program inklusi ini adalah, program kemitraan pemerintah Australia – Indonesia untuk mendorong kebijakan dan membantu kelompok masyarakat, seperti penyandang disabilitas,” kata Todd Dias, pada Jumat (21/6/2024).
Dirinya mengaku senang atas kunjuangnya, dan menuturkan akan turut membantu dalam menyuarakan kebutuhan serta memberdayakan kelompok tersebut.
“Tantangannya adalah, bagaimana kami bisa membantu mereka khususnya untuk pemberdayaan agar dapat lebih mandiri dan juga masih rasa seperti anggota masyarakat,” tambahnya.
Kedatangan Konjen tersebut, untuk melihat sejauh mana proses masyarakat Samarinda mencapai inklusi, hal ini dijelaskan Rohmanu Solihin dari Sasana Inklusi dan Gerakan Advokasi disabilitas (SIGAB) Indonesia.
Oleh sebab itu ada enam kelurahan yang direncanakan akan menjadi percontohan diantaranya, Kelurahan Air Putih, Air Hitam, Karanganyar, Mugirejo, Temindung Permai, dan kelurahan Bandara.
“Sebagai percontohan bagaimana pelibatan disabilitas dalam kegiatan-kegiatan dimasyarakat,” jelas Rohmanu.
Dari keenamnya diharapkan penyandang disabilitas tersebut akan menjadi inklusif, dan mendapat pelayanan yang lebih baik, sehingga juga dapat meningkatkan keikutsertaannya dalam masyarakat.
“Jadi intinya tidak ada masyarakat yang tertinggal dalam proses-proses pembangunan, dan tidak ada seorangpun yang tertinggal,” tutupnya.
Dalam perencanaannya program tersebut bertujuan untuk mengintegrasikan disabilitas dalam kegiatan sosial, dan ekonomi masyarakat. Salah satu komponen utamanya adalah pelatihan yang dapat meningkatkan keterampilan serta membantu meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.
(HAE)
