ADAKAH.ID, SAMARINDA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) menyelenggarakan Upacara Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-59 Tahun 2023 di Halaman Gor 27 September Universitas Mulawarman, Samarinda, pada hari Senin (14/11/2023). Pada kesempatan tersebut, Penjabat (Pj) Gubernur Kaltim, Akmal Malik, memimpin sebagai Inspektur Upacara.
Akmal turut membacakan arahan Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin. Dalam arahannya, Akmal mengakui bahwa terdapat enam pilar transformasi kesehatan yang mendukung sistem kesehatan Indonesia. Keenam pilar tersebut mencakup transformasi layanan primer, layanan rujukan, sistem ketahanan kesehatan, pembiayaan kesehatan, sumber daya manusia (SDM) kesehatan, dan teknologi kesehatan.
“Intinya adalah perbaikan kualitas pelayanan kesehatan, mulai dari bagaimana mewujudkan pelayanan yang efektif, murah, berorientasi kepada digitalisasi, kemudian juga transformasi dari yang sulit kepada yang mudah, kemudian dari analog kepada yang digital, tidak memberikan pelayanan yang menyulitkan tapi memudahkan,” kata Akmal.
Selain itu, Menkes RI meminta kepada seluruh pemerintah daerah agar mengalokasikan anggaran ke sektor kesehatan minimal 10 persen dari APBD. Pj Gubernur Kaltim melihat Pemprov Kaltim telah melaksanakan amanat tersebut.
“Saya lihat sekarang di provinsi sendiri sudah melebihi ya angka 10 persen, cuma beberapa kabupaten/kota masih ada yang kurang. Ini akan kita coba evaluasi lagi karena kewenangan evaluasi itu ada di provinsi,” ucapnya.
Akmal juga mengapresiasi melihat seluruh stakeholder bidang kesehatan telah melakukan sinergitas dan kerja sama yang baik. Ia berharap agar hal tersebut ditingkatkan kembali.
“Nah kita ke depan, kita berharap kolaborasi ini akan lebih ditingkatkan ke depan. Kita mendorong lembaga-lembaga swasta juga akan lebih optimal memainkan perannya, tapi tetap di bawah regulasi yang sudah ditunjukkan oleh pemerintah. Kuncinya adalah kolaborasi ya,” tandasnya. (ADV)
