ADAKAH.ID, BALIKPAPAN – Pelbagai ungkapan dan harapan tertuang dalam agenda Bincang Parekraf (Pariwisata dan Ekonomi Kreatif), di Gazebo Wisata Edukasi Bejo atau juga dikenal Kampung Kangkung di jalan Sumberejo 2, Kota Balikpapan pada Jumat (9/6/2023) siang.
Ihwal pembahasan yakni “Kesiapan Pariwisata Kaltim Menyongsong IKN,” agenda ini diprakarsai Dinas Pariwisata (Dispar) Kaltim menghadirkan Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Balikpapan, dan I Wayan Lanang yang merupakan akademisi Politeknik Negeri Samarinda.
Usai prakata moderator, Kepala Bidang Sumber Daya Manusia (SDM) Dispar Kaltim. Restiawan Baehaqi memulai perbincangan sejalan dengan pembangunan Ibu Kota Nusantara, Kaltim menjadi lahan basah bagi dunia bisnis. Tentunya sektor industri pariwisata.
Eqi menuturkan pariwisata digadang-gadang sebagai sektor industri alternatif dari lainnya salah satunya tambang yang akan ditinggal. Ia benar-benar yakin perkembangan pariwisata melejit, apalagi pandemi Covid-19 telah usai.
“Kan bulan Februari Maret April tahun 2022 itu sudah mulai turun (Covid-19). Saya punya data untuk wisatawan se-nusantara itu jumlahnya hampir 6.290 sekian juta tersebar di Kaltim. Kemudian mancanagara itu hampir 16 ribu. Kaget juga saya melihat data ini,” ucapnya seraya melihat dosen Polnes.
Di hadapan Pokdarwis, awak media dan lainnya, data itu Eqi sebut mendekati kenyataan, karena merangkum dari beragam sumber. Salah satunya hotel, dan agen-agen pariwisata. Dengan jumlah di atas ternyata target tercapai, bahkan lebih tiga kali lipat.
“Signifikan, karena ada daya tarik IKN, dan itu magnetnya besar sekali, alhamdulillah karena kita ditunjuk,” kata Eqi.

Eqi menerawang, masa depan pariwisata akan gemilang. Ditandai juga dengan gelagat wisatawan yang datang lalu berminat mengembangkan bisnis wisata. Walau ada juga untuk kepentingan bisnis lainnya.
Untuk itu, ia berharap Bincang Parekraf kali ini bersama awak media Balikpapan dan Samarinda hari ini bisa menyokong penyebarluasan informasi kepada masyarakat tentang kemajuan dan potensi bisnis di Benua Etam.
Masih di Bincang Parekraf. Kepala Disporapar Balikpapan Cokorda Istri Ratih Kusuma sependapat dengan Eqi. Para pekerja konstruksi dan lainnya di IKN pasti butuh piknik usai penat sepekan bekerja. Menghabiskan waktu bersama keluarga.
Ratih sapaanya, menambahkan dalam pengembangan pariwisata, penting juga membangun ekosistemnya. Salah satunya produk khas sebagai oleh-oleh, dan tentu fasilitas penunjang.
“Biasanya mereka healing di hari Jumat, Sabtu dan Minggu. Kemana? Kami harus bersiap. Yang terdekat ke Balikpapan, Samarinda, Kukar. Ini yang menjadi perhatian kami,” ungkap Ratih.
Selain itu, perhatian juga Ratih curahkan terkait pentingan mengembangkan destinasi wisata yang sudah menahun. Seperti sejumlah pantai semenanjung kota Beriman ini. Tak terlepas juga meningkatkan kapasitas sumber daya manusianya.
“Saya harap semua bisa mendapat sertifikasi,” tuturnya.
Setali tiga uang, I Wayan Lanang menyambut harapan Kadisporapar Balikpapan mengenai peningkatan SDM. Ia setuju, bahwa isu tersebut perlu aksi serius dari pemetintah. Menurutnya tak boleh diabaikan. Harus dipastikan sertifikasi belangsung dengan benar.
“Bukan sertifikasi yang bersifat normatif,” tandas Lanang.
Selingan, gelaran Bincang Parekraf biasanya hanya di Kota Samarinda. Namun sengaja memilih Balikpapan supaya bisa sekaligus mempromosikan Wisata Edukasi Kang Bejo, atau Kampung Kangkung di jalan Sumberejo 2, Balikpapan Tengah.
Seperti namanya. Lokasi ini terhampar luas lahan pertanian Kangkung yang menjadi sumber penpadatan warga setempat. Konon kata pengunjung rasa Kangkung di tempat ini berbeda dari lainnya. Ada juga pertanian sayuran lain, dan pabrik pengolahan tauge dan tempe.
(HI)
