ADAKAH.ID, Yogyakarta – Keberhasilan pengembangan destinasi wisata tidak terlepas dari peran serta masyarakatnya.
Terlebih kepada para penggiatnya yang terwadahi dalam Kelompok sadar wisata (Pokdarwis).
Peran Pokdarwis dan warga itu dibuktikan dengan keberhasilan salah satu kampung yang menjadi Destinasi Wisata Hutan Pinus Mangunan di Kabupaten Bantul, Yogyakarta.
Proses panjang meubah tempat pinggiran kota Yogya yang berbukit menjadi tempat wisata viral bukanlah hal sulit. Selama lima tahun membangun, walhasil keuntungan banyak dinikmati warga, ekonomi masyarakat di lingkaran wisata pun perlahan meningkat drastis.
“Masyarakat mesti meubah mainshetnya, dari yang tertutup menjadi lebih terbuka terhadap perubahan yang ada saat ini,” kata Ketua Pokdarwis Sapta Langit, Purwoharsono seusai gelaran dialog usai gelaran dialog bersama 5 Desember 2022 kemarin.
Kendati belum semua mengikuti tujuan baik tersebut, namun sebut Purwo sapaannya itu mesti ada satu contoh projek yang berhasil. Dengan begitu, masnyarakat secara sadar akan mengikuti.
“Solusinya memberikan contoh, ukuran kesejahteraan adalah pendapatan. Kalau bisa menunjukkan pendapatan naik, orang eggak perlu diajak pasti ikut,” imbuhnya.
Perubahan menurutnya perlu proses. Namun jangan sampai berputus asa untuk mengejar perubahan.
“Konsinten itu pasti, pemberdayaan secara konsisten mesti terus dilakukan,” ungkapnya.
Diperlukan rencana yang holistik untuk membangun wisata. Kreatifitas menjadi kunci untuk mengolah, serta yang terpenting adalah memanfaatkan teknologi informasi seperti media sosial dan mesti rutin jangan sampai terputus.
“Integrasi kawasan perlu dilakukan, semisal menghubungkan angkutan menuju lokasi wisata. Potensi itu mesti diolah dengan atraktif, maka wisata di daerah pinggiran itu bisa dijangkau wisatawan,” sarannya.
Setelah melihat langsung pertunjukan Seni dan karya – karya dari penggiat di Kaltim. Purwo optimis Pariwisata dan ekonomi kreatif Bumi Etam bisa berkembang maju karena memiliki keunikan tersendiri.
“Maka dari itu harapan kepada pokdarwis Kaltim adalah bisa mengoptimalkan potensi yang ada. Saya sudah liat seni dan budaya Kaltim sangat luar bisasa. Jadi kita jangan malu dan harus percaya diri untuk memperkenalkannya kreatifitas kita hingga go internasional,” terangnya.
Kegiatan dialog bersama itu juga saling bertukar informasi dan pengalaman pokdarwis dari Kaltim. Ketua Bampemperda DPRD Kaltim, Rusman Yaqub didaulat menjadi pemateri diskusi bersama Kadispar Kaltim, Achmad Herwansyah.
Kegiatan tersebut garapan dari Dinas Pariwisata Pemprov Kaltim.
Sementara itu, Kadispar Kaltim Achmad Herwansyah meimbau kepada Pokdarwis jangan lelah dan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat di daerah kawasan wisata terlebih di daerah Kukar dan lain – lainnya yang sudah ditetapkan menjadi kunjungan wisatawan.
“Kunjungan kita ke Yogyakarta adalah dalam rangka belajar dengan pokdarwis yang telah berhasil membangun wisata yang hits. Semoga pokdarwis di Kaltim bisa mendapat pengetahuan dari kunjungan kita di Desa hutan pinus Mangunan ini,”jelasnya. (Joy)
