ADAKAH.ID, KUTAI KARTANEGARA — Pemerintah Kecamatan Sangasanga memaksimalkan forum reses anggota DPRD Kutai Kartanegara sebagai jalur alternatif dalam mendorong percepatan pembangunan. Forum ini menjadi ruang strategis untuk menyampaikan usulan masyarakat yang belum terakomodasi dalam struktur anggaran daerah.
Camat Sangasanga, Dachri, menyebut mekanisme reses memungkinkan proyek-proyek yang tertunda dalam APBD tetap memiliki peluang untuk dieksekusi. “Kami memanfaatkan reses sebagai kesempatan untuk memperjuangkan proyek-proyek pembangunan yang belum masuk dalam anggaran reguler,” ujarnya, Senin (19/5/2025).
Dari 646 usulan masyarakat yang masuk, hanya sekitar 120 yang bisa diprioritaskan dalam anggaran kecamatan. Menurut Dachri, keterbatasan anggaran membuat pemerintah harus selektif dalam mengeksekusi program. Namun, lewat dukungan politik dari forum reses, harapan masyarakat tetap bisa dijembatani.
“Kami tidak bisa mengakomodasi semua permintaan sekaligus, tetapi dengan memanfaatkan reses DPRD, harapan masyarakat tetap bisa diupayakan,” katanya.
Ia menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah kecamatan, kabupaten, dan legislatif dalam mewujudkan pembangunan yang merata. Selain menyalurkan aspirasi, DPRD juga berperan dalam memastikan proyek berjalan tepat sasaran dan sesuai kebutuhan warga.
Dachri juga menekankan pentingnya partisipasi warga dalam menjaga fasilitas publik. Menurutnya, pembangunan fisik tidak cukup jika tidak disertai kesadaran kolektif untuk merawat. “Jangan hanya menuntut pembangunan, tapi mari bersama-sama menjaga dan merawat fasilitas yang sudah ada,” ucapnya.
“Dengan kolaborasi semua pihak, kami yakin Sangasanga bisa terus bergerak maju,” pungkas Dachri.
(adv/diskominfokukar/o)
