• Berita
  • Inflasi Kaltim Naik 0,37 Persen, Lima Komoditi Ikut Andil

Inflasi Kaltim Naik 0,37 Persen, Lima Komoditi Ikut Andil

Cabai Rawit satu dari lima komoditi yang ikut andil atas kenaikan inflasi Kaltim per November 2023. (Ilustrasi/HI)
Caption: Cabai Rawit satu dari lima komoditi yang ikut andil atas kenaikan inflasi Kaltim per November 2023. (Ilustrasi/HI)(Adakah.id)

ADAKAH.ID, SAMARINDA – Indeks Harga Konsumen (IHK) gabungan dua kota di Kalimantan Timur (Kaltim) periode November 2023 mengalami kenaikan harga (inflasi). Yakni, Kota Samarinda dan Balikpapan.

Data Bank Indonesia (BI) menyebutkan kedua kota IHK tersebut mengalami inflasi sebesar 0,37 persen dibanding bulan sebelumnya (mtm), atau sebesar 3,30 persen dari bulan November 2022 (yoy), atau 3,06 persen dari awal tahun 2023 (ytd).

Kepala BI Kaltim, Budi Widihartanto menjelaskan inflasi terpengaruh tingginya kegiatan ekonomi. Salah satunya pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang memicu kenaikan harga pangan dan transportasi di Benua Etam.

Meskipun demikian, inflasi IHK Kaltim masih lebih rendah dibandingkan nasional yang sebesar 0,38 persen (mtm).

Budi menyebut kelompok makanan, minuman, dan tembakau masih menjadi penyumbang inflasi tertinggi di Kaltim. Ada lima komoditi yang menjadi pemicu, di antaranya cabai rawit, angkutan udara, emas perhiasan, beras, dan kangkung.

Hal tersebut terjadi karena terbatasnya stok komoditas bahan pokok penting seperti cabai rawit dan beras serta untuk angkutan udara didorong oleh berlanjutnya peningkatan tarif angkutan udara seiring kenaikan harga avtur.

“Sementara itu, koreksi harga kacang panjang, ikan tongkol, ikan layang, dan udang basah serta penurunan harga bensin menjadi penyumbang deflasi pada periode November 2023,” ujarnya dalam keterangan resmi 1 Desember 2023.

Budi menyampaikan, tim pengendalian inflasi (TPID) se-Kaltim melakukan berbagai berupaya untuk pengendalian inflasi. Seperti melaksanakan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP), Gerakan Pasar Murah.

Salah satu tujuannya, untuk mengendalikan harga bahan pokok penting (bapokting) seperti cabai dan beras. Dan untuk membantu distribusi komoditi penting lainnya. Ada pula, Gerakan Tanam Cabai bersama TNI di 6 Kodim se-Kaltim, sebagai langkah menjaga ketersediaan stok komoditas tersebut.

Selanjutnya, BI akan melaksanakan kegiatan high level meeting (HLM) TPID di tingkat provinsi dan kab/kota, dalam kepentingan pengelolaan BBM subsidi. Agar bisa mengatasi antrian yang terjadi. Serta memastikan ketersediaan BBM ditengah tingginya kegiatan ekonomi di Kaltim.

“Untuk pengendalian inflasi, kami (TPID Kaltim) akan terus berkolaborasi melalui strategi 4K. Saya harap, upaya tersebut bisa menjaga momentum pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Kaltim,” ungkapnya.

(HI)

.

MASUKAN KATA KUNCI