Lompat ke konten utama

DPRD Kaltim Desak Penegakan Hukum Tegas untuk Perlindungan Warga Muara Kate

DPRD Kaltim Desak Penegakan Hukum Tegas untuk Perlindungan Warga Muara Kate.(ist)
Caption: DPRD Kaltim Desak Penegakan Hukum Tegas untuk Perlindungan Warga Muara Kate.(ist)(Adakah.id)

ADAKAH.ID, SAMARINDA – Kasus kematian seorang warga Muara Kate, Paser, yang diduga terkait aktivitas tambang ilegal, masih menyisakan pertanyaan besar. Anggota DPRD Kaltim, Salehuddin, menekankan pentingnya penegakan hukum tegas untuk melindungi warga dari ancaman aktivitas ilegal tersebut.

Kejadian bermula saat warga Muara Komam memblokir jalan yang dilewati truk pengangkut batu bara. Dua warga, Rusel dan Anson (55), menjadi korban serangan orang tak dikenal di posko penolakan. Luka serius di leher keduanya akibat senjata tajam membuat Rusel meninggal dunia, sementara Anson masih menjalani perawatan intensif.

“Ini bukan sekadar kasus kriminal biasa, ini menyangkut nyawa dan stabilitas sosial. Tidak boleh ada pembiaran,” tegas Salehuddin, Rabu (14/5/2025).

Politisi ini menyampaikan, DPRD Kaltim telah berkoordinasi intensif dengan aparat keamanan dan kejaksaan untuk mendorong percepatan penyelidikan. Ia juga menekankan pentingnya keterbukaan informasi agar masyarakat tidak larut dalam spekulasi yang dapat memicu konflik horizontal, termasuk isu bernuansa SARA.

“Gejala konflik sosial sudah mulai terasa. Ini sangat mengkhawatirkan jika dibiarkan,” tambahnya.

Salehuddin menekankan, pembiaran terhadap tambang ilegal dan lambannya penanganan kasus justru mengikis kepercayaan publik terhadap aparat penegak hukum. DPRD Kaltim mendorong agar regulasi dan pengawasan terhadap aktivitas tambang ilegal diperkuat, sehingga hak warga atas keamanan dan ketertiban sosial terlindungi.

“Jika hukum tidak hadir secara tegas, masyarakat bisa kehilangan kepercayaan. Negara tidak boleh kalah,” pungkas Salehuddin.

(adv/dprdkaltim/o)

MASUKAN KATA KUNCI
Search

BERITA

MODE

ADA+