ADAKAH.ID, SAMARINDA – Pemilu serentak bakal digelar Februari 2024 mendatang.
Tiga Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden telah mendaftar ke KPU. Masing – masing pun telah memiliki nomor urut.
Anies Baswedan – Muhaimin Iskadar Nomor urut 1. Sedangkan Prabowo – Gibran Nomor Urut 2. Sementara Ganjar – Mahfud MD nomor urut 3.
Pun Tim pemenangan nasional telah dibentuk masing – masing kontestan dan telah terdaftar di KPU.
Menindaklanjuti hal tersebut. Partai politik (parpol) pengusung dan pendukung duduk satu forum, Sabtu (18/11/2023) malam di Hotel Haris Samarinda.
Pertemuan itu bertajuk Rapat pleno tim pemenangan koalisi Indonesia maju untuk Provinsi kaltim.
Dalam prosesnya disepakati, komposisi tim ketua diserahkan ke TKN. Kendati sejumlah nama – nama diusulkan masing – masing parpol.
“Ya, mayoritas pimpinan parpol koalisi seperti yang kita lihat tadi memilih saya sebagai Ketua TKD (Tim Pemenangan Daerah). Memang ada partai Golkar tadi mengusulkan pak Rudy Mas’ud sebagai ketua. Keduanya kita akomodir untuk diputuskan TKN,” kata Andi Harun seusai konsolidasi.
Disepakati pula, soal teknis alat peraga kampanye (algaka) dalam pileg 2024 mencantumkan gambar pasangan capres wapres.
“Ada 7 poin notulensi hari ini yang akan disampaikan ke tim pusat,” imbuhnya.
Salah satu poinnya, yakni baik koalisi atau sendiri dan atau bersama sama wajib melakukan kampanye Prawowo – Gibran.
Selain itu, seluruh koalisi parpol bersedia dan sanggup menyediakan saksi di TPS yang jumlahnya lebih dari 22 orang dari 10.441 TPS.
Selain itu lanjut Wali Kota Samarinda itu menjelaskan, koalisi parpol sepakat, TKD akan dikelola diatas prisip proposional dan keterbukaan.
“Nantinya akan dibuat Sekretariat bersama dan membuat grub wa untuk para sekretaris menyambungkan informasi ke anggota – anggotanya yang lain,” terangnya.
Pertemuan koalisi tersebut diinisiatori Andi Harun selaku Ketua Partai Gerindra Kaltim.
Ia optimis, perolehan suara Prabowo – Gibran di Kaltim pada pemilu Pilpres 2024 mendatang diatas 50 persen.
“Kami optimis menang,” ungkapnya.
Ia beralasan, visi – misi dan program dari Prabowo – Gibran sangat tepat dengan situasi dan kondisi geopolitik internasional, seperti politik dagang, pangan dan perang.
“Prabowo dan Gibran adalah pemimpin yang kuat dengan berbagai pengalaman dengan dilengkapi unsur generasi mudanya,” tutupnya. (JOY)
