Kompolnas Dukung Ilhamsyah Jadi Komisaris Pelindo, Dorong Perjuangan Buruh Pelabuhan

Caption: Ilhamsyah atau disapa Boing (Foto ; Prana)(Adakah.id)

ADAKAH.ID – Komite Politik Nasional (Kompolnas) menyampaikan selamat atas terpilihnya Ilhamsyah sebagai Komisaris Independen PT Pelindo. Dukungan ini, menurut Kompolnas, lahir dari rekam jejak panjang Ilhamsyah yang akrab disapa Boing sebagai pengorganisir buruh Pelabuhan Tanjung Priok sejak awal 2000-an.

Dalam keterangan resminya, Senin (22/9/2025), Kompolnas menilai sosok Ilhamsyah merepresentasikan suara pekerja pelabuhan yang selama ini kerap diabaikan dalam pengambilan keputusan strategis.

“Lebih dari dua dekade Boing konsisten berada di garis depan perjuangan kelas buruh pelabuhan, menghadapi tekanan perusahaan hingga aparat, namun tetap teguh memperjuangkan hak-hak pekerja,” tulis pernyataan itu.

Kompolnas menegaskan, kehadiran Ilhamsyah di jajaran komisaris PT Pelindo harus diikuti mandat yang jelas. Salah satunya melaksanakan amanat organisasi Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI) yang dalam Kongres II tahun 2022 telah mencanangkan perluasan pengorganisiran di tiga sektor strategis: pertambangan, perkebunan, serta pelabuhan dan transportasi.

Ada tiga hal utama yang ditekankan Kompolnas kepada Ilhamsyah. Pertama, memperluas serikat pekerja pelabuhan agar buruh memiliki wadah kolektif yang kuat, demokratis, dan independen. Kedua, meningkatkan kualitas kerja dan perlindungan pekerja dengan standar kerja layak, kepastian status, jaminan sosial, hingga keselamatan kerja. Ketiga, mendorong tata kelola pelabuhan yang transparan, bebas korupsi dan pungutan liar, serta membuka ruang pengawasan publik melalui partisipasi serikat pekerja.

“Pelindo hari ini yang sedang membangun NPCT 2 dan NPCT 3 harus menjadi simbol modernisasi. Modernisasi itu tidak boleh dilepaskan dari kesejahteraan pekerja,” tegas pernyataan tersebut.

Kompolnas juga menekankan, penunjukan Ilhamsyah tidak berarti berakhirnya perjuangan kelas pekerja Indonesia. Justru, hal ini harus menjadi pintu masuk penting bagi pekerja pelabuhan untuk memperjuangkan kepentingan kelasnya dalam membangun industri maritim yang berdaulat, adil, dan berkelanjutan.

“Hidup buruh Pelabuhan! Hidup rakyat pekerja! Kedaulatan maritim untuk Indonesia!” tutup pernyataan yang ditandatangani Ketua Umum Kompolnas Rivali Haryo Seno dan Sekretaris Jenderal Akbar Rewako.

MASUKAN KATA KUNCI
Search

BERITA

MODE

ADA+