ADAKAH.ID, SAMARINDA – Anggota Komisi II DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Abdul Giaz atau akrab disapa adul menyebut sudah turun ke bawah melakukan uji coba terhadap bahan bakar minyak (BBM) yang belakangan ramai dituding sebagai BBM oplosan.
Hasil awal disebutnya menunjukkan indikasi gangguan pada mesin kendaraan yang menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat.
Dalam uji coba awal yang dilakukan secara mandiri, Adul sapaannya, menemukan tiga unit sepeda motor mengalami gangguan mesin setelah mengisi BBM yang diduga bermasalah.
Salah satu motor bahkan langsung mengalami gejala brebet dan harus kuras tangki untuk perbaikan.
“Semua ini masih dalam tahap percobaan, jadi belum bisa jadi dasar resmi. Tapi kami harus cari tahu lebih lanjut,” ujar Adul saat diwawancarai adakah.id pada Senin (5/5/2025).
Adul meminta klarifikasi dan mencari solusi atas keresahan masyarakat terkait dugaan BBM oplosan yang beredar di pasaran.
Salah satu kendala utama dalam investigasi ini adalah ketiadaan laboratorium pengujian BBM di Kaltim yang dapat memberikan hasil uji yang valid.
Adul mengungkapkan, Sucofindo di Samarinda, satu-satunya laboratorium yang biasanya menangani uji BBM, masih tutup dan belum dapat menerima sampel untuk diperiksa.
“Langkah selanjutnya sebenarnya kami ingin membawa sampel BBM ke laboratorium. Tapi Sucofindo di Samarinda masih tutup dan belum bisa menangani uji BBM. Di Kaltim memang belum ada tempat lain yang secara khusus bisa menguji BBM, jadi kami masih bingung,” jelasnya.
Menyadari pentingnya hasil uji laboratorium sebagai bukti utama, politisi partai Nasdem itu menegaskan pihaknya tidak ingin terburu-buru mengambil kesimpulan atau menyalahkan pihak tertentu.
Ia menekankan yang lebih penting adalah mencari solusi agar masyarakat tidak semakin dirugikan.
“Yang pasti, saya belum bisa menyimpulkan apa-apa. Uji laboratorium adalah bukti utama, dan itu yang kami tunggu. Kalau kita sibuk cari siapa yang salah, tidak akan selesai. Lebih baik cari jalan keluar. Karena masyarakat dirugikan, baik dari sisi kerusakan motor maupun finansial mereka,” tutup Adul. (adv/dprdkaltim/do)
