Pemkot Samarinda Buka Ruang Investor Manfaatkan Gedung Plaza 21

Dok. Wali Kota Samarinda Andi Harun
Caption: Dok. Wali Kota Samarinda Andi Harun (Adakah.id)(Adakah.id)

ADAKAH.ID, SAMARINDA – Investor lokal disebut – sebut tertarik dengan Gedung Plaza 21 Samarinda yang berada di kawasan Citra Niaga Samarinda.

Kabarnya gedung tersebut bakal dijadikan sebagai hotel.

Terkait hal itu, Pemkot Samarinda sudah mengetahui kabar itu.

Sebelumnya kawasan itu ingin dijadikan sebagai sumber pendapatan asli daerah (PAD) melalui Dinas Perdagangan dengan menjadikannya sebagai lahan parkir.

Namun, rencana itu masih belum berjalan.

Terbaru, ada potensi pemanfaatan aset yang bisa didapatkan Pemkot Samarinda jika investor lokal benar-benar ingin menjadikan gedung tersebut sebagai hotel.

Wali Kota Samarinda Andi Harun menyampaikan saat ditemui usai melakukan rapat presentasi kerjasama pemanfaatan barang milik daerah Gedung Plaza 21.

“Ada penawaran yang masuk ke pemkot. Jadi investor lokal ingin menjadikan gedung Plaza 21 sebagai hotel,” ucap Andi Harun Rabu (8/2/2023).

Rencananya investor akan menanamkan investasinya kurang lebih Rp35 miliar.

Bangunan itu juga disampaikan akan ditambahkan 1 lantai, serta desain kamar yang nanti lebih dari 100 kamar.

Andi Harun juga menjelaskan jika tawaran tersebut diterima, Pemkot Samarinda bakal mendapatkan uang di luar dari nilai investasi.

“Jika mereka diberi kesempatan untuk berinvestasi, maka pemkot akan mendapatkan sebesar Rp150 juta pertahun. Kemudian bagian deviden dari hasil keuntungan itu sebesar 5 persen pertahun,” imbuhnya.

Meski begitu, Andi Harun tidak serta merta langsung memberi restu. Apalagi dengan kondisi bangunan yang telah lama tidak ditempati.

“Letaknya memang strategis banget ya. Jadi tak salah kalau dilirik investor. Kita juga sambut baik penawaran tersebut. Tapi ada beberapa hal yang harus kita pastikan dahulu terkait struktur bangunannya,” tambahnya.

Ia mengatakan bangunan itu sekarang memang bisa dimanfaatkan.

Namun pihaknya akan melakukan audit fisik bangunan dulu. Jika nanti audit fisik selesai, baru pihaknya coba bicarakan lagi terkait keuntungan dan teknis pengelolaannya. (Advetorial)

MASUKAN KATA KUNCI
Search

BERITA

MODE

ADA+