ADAKAH.ID, SAMARINDA – Lantunan dzikir dan doa-doa menggema di lapangan utama Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIA Samarinda, hari Jum’at (30/9/2022) pagi tadi.
Sekira pukul 08.00 Wita, Ratusan warga binaan pemasyarakatan (WBP) duduk berbaris dengan rapi untuk mengikuti kegiatan dzikir dan doa bersama, rutinan Lapas Klas IIA Samarinda.
Selain kegiatan rutin di Lapas (Sudirman, red), dzikir dan doa bersama itu juga menjadi rangkaian doa bagi 3 (tiga) WBP yang meningggal dunia, akibat minuman keras (miras) oplosan beberapa waktu lalu.
“Hari ini agak berbeda, seluruh blok hunian bersama keluarga besar Lapas (Sudirman, red), dan juga Kepala Divisi Pemasyarakatan Kemenkumham Kaltim-Kaltara, dan Ustaz Akhsanur Akhmad memimpin dzikir dan doa,” ujar Kepala Lapas Klas IIA Samarinda, Mohammad Ilham Agung Setyawan, ditemui usai gelaran pagi ini.
Ilham sapaanya Kalapas menyebut, sedikitnya 730 narapidana dilibatkan dalam kegiatan dzikir dan doa bersama tersebut.
Dirinya mengaku, kali lini berbeda dari kegiatan biasanya yang hanya untuk 2 (dua) blok secara bergilir setiap hari Jum’at di masjid Lapas Sudirman Samarinda.
“Kita rangkai doa bersama hari ini diikuti seluruh blok sehingga ramai hari ini. Dan ya salah satunya juga untuk ke arah itu (tiga napi yang meninggal)” kata Ilham.
Sebagai informasi, Ilham menyampaikan satu napi yang sempat kritis di salah satu rumah sakit kota Tepian, telah berangsur-angsur pulih.
Ilham menerangkan, bahwa saat ini napi tersebut telah dalam kondisi sehat dan kembali beraktivitas seperti biasa. Namun demikian, pihaknya masih melakukan observasi terhadap napi tersebut hingga pulih sepenuhnya.
“Alhamdulillah, sudah sehat dan beraktivitas kembali. Namun masih melakukan observasi di klinik Lapas Samarinda,” ucapnya.
(Sam)
